Kenali Ciri-Ciri Shockbreaker Motor Rusak yang Harus Diganti

Rabu, 14 Januari 2026 – 22:00 WIB

Jakarta, VIVA – Shockbreaker adalah salah satu komponen yang sangat penting di sepeda motor. Fungsinya untuk meredam getaran dan menjaga kestabilan kendaraan saat melalui berbagai kondisi jalan.

Baca Juga:
Motor Juga Dibolehkan Masuk Tol dari Tarumajaya Bekasi hingga Semper Jakut Buntut Banjir

Tapi masih banyak pengendara yang kurang perhatian dengan kondisi shockbreaker-nya. Kerusakan seringnya baru diketahui saat sudah parah. Padahal, shockbreaker yang bermasalah tidak hanya mengurangi kenyamanan, tapi juga bisa membahayakan keselamatan.

Baca Juga:
Banjir 60 Cm di Rawa Bokor Sepeda Motor Dibolehkan Masuk Tol Sunter dan Jembatan 31

Lalu, bagaimana cara tau kalau shockbreaker motor sudah rusak dan perlu diganti? Berikut penjelasannya.

Fungsi Shockbreaker pada Sepeda Motor

Baca Juga:
2 Begal Bersenjata Api yang Tembaki Warga Palmerah Ditangkap! Beraksi 4 Kali Sehari

Secara umum, shockbreaker punya peran penting dalam sistem suspensi motor, yaitu:

  • Meredam guncangan dan getaran saat motor lewati jalan berlubang, bergelombang, atau polisi tidur.
  • Menjaga kestabilan motor, terutama saat bermanuver atau menikung.
  • Membantu ban tetap menempel dengan baik ke jalan, sehingga traksi dan kontrol motor tetap optimal.
  • Mengurangi beban kerja komponen lain, seperti rangka dan ban agar tidak cepat rusak.

    Kalau shockbreaker tidak berfungsi dengan baik, kenyamanan dan keamanan berkendara akan menurun sangat signifikan.

    Tanda-tanda Shockbreaker Motor Rusak

    Berikut beberapa tanda umum yang menunjukkan shockbreaker motor sudah tidak optimal dan sebaiknya diperiksa atau diganti:

    1. Terjadi Kebocoran Oli
      Shockbreaker yang bocor biasanya ditandai dengan oli yang merembes di batang atau tabungnya. Kebocoran ini menandakan seal-nya sudah aus. Padahal, oli punya peran penting dalam proses peredaman. Kalau volumenya berkurang, kinerja shockbreaker akan turun drastis.

    2. Muncul Bunyi Tidak Normal
      Bunyi seperti "jedug", "gluduk", atau bunyi decitan saat melalui jalan rusak atau polisi tidur adalah tanda bahwa shockbreaker sudah tidak bisa meredam benturan dengan baik. Kondisi ini sering diabaikan, padahal bisa jadi pertanda kerusakan serius.

    3. Suspensi Terasa Terlalu Empuk atau Terlalu Keras
      Shockbreaker yang masih normal akan memberikan pantulan yang halus dan stabil. Tapi kalau motor terasa terlalu memantul atau justru sangat keras, bisa dipastikan sistem suspensinya sudah tidak bekerja dengan baik.

    4. Motor Terasa Oleng dan Tidak Stabil
      Shockbreaker yang rusak bisa bikin motor terasa tidak seimbang, terutama pada kecepatan menengah sampai tinggi. Kondisi ini sangat berbahaya karena mengurangi kontrol pengendara atas motornya.

    5. Posisi Motor Terlihat Lebih Rendah
      Perhatikan tinggi motor saat berdiri. Kalau posisinya terlihat lebih rendah dari biasanya, terutama di bagian belakang, itu bisa jadi tanda shockbreaker sudah lemah atau rusak.
MEMBACA  Dampak Hujan dan Genangan, Rute Transjakarta Ini Alami Keterlambatan

Tinggalkan komentar