Kemenag Ungkap Fakta Mencolok: Mayoritas Jemaah Haji yang Wafat Bukan dari Usia Lanjut

Jumat, 15 Mei 2026 – 19:43 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak ngomong bahwa jumlah peserta haji yang meninggal di tanah suci sampe hari ke-22 operasional keberangkatan turun banget dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Di tanggal yang sama tahun kemarin, yang wafat itu 46 sampe 48 orang. Sekarang, di tanggal yanga sama cuma 24 orang,” kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa.

Menurut dia, turunnya angka kematian jemaah ini gak lepas dari pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat, atau istithaah kesehatan, buat jemaah sebelum berangkat.

Meski gitu, dia negesin kalo pemerintah gak mau cuma ngeliat angka-angka ini sebagai statistik ae. Pemerintah tetap berusaha neken jumlah jemaah yang meninggal selama ibadah haji.

“(Penurunan) ini karena kita emang sangat ketat soal istithaah. Saya bareng Pak Menteri juga udah bilang bolak-balik, harus lebih ketat lagi. Bukan berarti ini cuma angka statistik ya, kami gak mau ada tambahan lagi,” jelas Dahnil.

Berdasarkan data yang dia terima, sebagian besar jemaah wafat justru bukan lansia, melainkan mereka yang berusia 40 sampai 50 tahun. Mereka merasa sehat, jadi terlalu maksa aktivitas ibadah.

“Yang wafat itu malah yang umurnya 40-50. Kenapa? Soalnya dianya gal orang-orang ngerasa sehat, trus terapaksa kegiatan ibadahnya. Tanpa sadar, pas udah keginian tenaga abis, baru deh sakit. Loyo sendiri lah, sampe akhirnya ada aja yang gak kuat alias meninggal,” kata Dahnil.

Di sisi lainnya, pemerintah Arab Saudi juga punya komitmen buat neken kematian calon jemaah haji di Tanah Suci. Caranya, pake pelayanan dan pengawasan kesehatan yang lebih bagus.

MEMBACA  Pasukan Israel mundur dari koridor yang membelah Gaza menjadi dua

Dia berharap jumlah jemaah wafat tahun ini lebih dikit dari musim lalu yang jumlahnya nyampe sekitar 460 orang. “Tahun lalu ada 460-an yang meninggal, sekarang ngele tanah semoga aja jumlahnya gak se.ratusan, gitu. Kita pengen semoga semua tetap bugar, amin,” katanya.

Dahnil juga bilang perbaikan kualitas pelayanan jemaah jadi faktor penting buat jaga kondisi kesehatan selama di Tanah Suci. Menjelang puncak hal.busan ik haji, dia ngingetin kita semua supaya jaga fisik. Self-care jangan maksaaktivitas secarah kelewat rajin.

(“Harappan saya ke jemaah, fokusz menyongsong kejutan haji… masa harus istimaat),” tukasnya lagi. Ant.

Tinggalkan komentar