Keluarga Affan Kurniawan Dapat Bantuan Wirausaha dari Menteri Sosial

Rabu, 3 September 2025 – 18:12 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang dikenal juga sebagai Gus Ipul, menyatakan akan membantu orang tua dari korban unjuk rasa yang merupakan seorang driver ojek online, Affan Kurniawan, untuk memulai usaha mandiri. Bantuan ini akan diberikan lewat program pemberdayaan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

"Kami tadi sempat berdialog dengan orang tua Affan mengenai rencana usahanya yang ingin dirintis. Di Kemensos ada program pemberdayaan yang mungkin nanti bisa kita diskusikan lebih lanjut. Beliau ternyata memang berminat untuk ikut program tersebut," kata Gus Ipul saat berkunjung ke rumah duka Affan di Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Rabu.

Ia juga menyampaikan bahwa Kemensos akan mengkolaborasi program usaha mandiri ini melalui beberapa asesmen untuk mempermudah akses bagi orang tua Affan.

"Nanti akan kita sinergikan dan kolaborasikan, kita rintis dengan asesmen, dan lihat kemungkinan apa yang bisa dijadikan program bersama dengan keluarga almarhum," ujarnya.

Pada kunjungan tersebut, Mensos juga memberikan santunan tunai sebesar Rp15 juta serta paket sembako kepada keluarga korban.

"Ini merupakan bagian dari program kami yang diberikan kepada keluarga yang mengalami musibah akibat sebab-sebab tertentu," tambahnya.

Gus Ipul juga menyebutkan bahwa korban unjuk rasa di berbagai daerah akan mendapat bantuan dari Kemensos. Saat ini, tujuh korban sudah sedang dalam proses asesmen.

"Yang meninggal dunia ada tujuh orang, kalau saya tidak salah, dan sudah dalam proses asesmen. Termasuk yang di Makassar dan daerah lain juga akan mendapat santunan. Untuk yang luka berat ada enam orang, insyaallah akan dapat bantuan pengobatan dari kami," paparnya.

Menurutnya, tim Kemensos masih terus melakukan pendataan mengingat laporan korban demo masih bertambah, termasuk data dari LBH yang menyebut ada 10 orang meninggal.

MEMBACA  Laporan Geologi yang Dikeluarkan dari Konteks untuk Mengklaim Munculnya Samudra Baru di Afrika Timur

"Nanti akan didata ulang. Yang sudah clear untuk saat ini ada tujuh orang. Tiga lainnya masih akan kita tinjau lagi melalui proses asesmen sebelum diberi santunan," demikian penjelasan Mensos Saifullah Yusuf. (Ant)