Kekecewaan Trump Nyata Setelah Sekutu AS Tolak Bergabung Perang Lawan Iran

WASHINGTON – Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump "jelas kecewa" menyusul penolakan sekutu-sekutu AS untuk ikut serta dalam perang melawan Iran. Pernyataan itu disampaikan pimpinan aliansi tersebut usai pertemuan tertutup dengan Trump di Washington pada Rabu.

Berbicara kepada CNN setelah pertemuanya dengan presiden AS, Rutte enggan mengungkapkan apakah Trump mencabut ancamannya untuk menarik diri dari aliansi militer terkait perang Iran. Namun, ia menggambarkan percakapan mereka sebagai diskusi yang "sangat jujur dan terbuka" antara dua sahabat.

Pertemuan Trump dan Rutte berlangsung di momen yang sensitif, kurang dari sehari setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata dua minggu yang termasuk pembukaan Selat Hormuz. Kesepakatan rentan itu tercapai setelah Trump mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil Iran dan memperingatkan bahwa "peradaban akan hancur" jika Teheran gagal membuka jalur aman di selat itu sebelum batas waktu yang ditetapkannya.

Sebelum pertemuan, Trump telah mengkritik aliansi berusia 77 tahun itu, menyebutnya "macan kertas" dan mengisyaratkan kemungkinan AS mundur. Ini terjadi setelah negara-negara anggota NATO dianggap mengabaikan seruannya untuk bantuan militer guna membuka kembali Selat Hormuz—penutupan jalur air oleh Iran telah memicu lonjakan harga minyak global.

"Dia jelas menyampaikan pemikirannya tentang apa yang terjadi beberapa minggu terakhir," ujar Rutte dalam wawancara CNN, tanpa menjawab spesifik soal keinginan Trump untuk keluar dari NATO. "Ini adalah gambaran yang bernuansa," paparnya.

MEMBACA  Sutradara Twisters Menjelaskan Pertemuan Film antara Sci-Fi, Ilmu Pengetahuan Nyata, dan VFX

Tinggalkan komentar