Kejutan UEA Keluar dari OPEC: Apa Dampaknya bagi Dunia?

Seorang pekerja sedang mengoprasikan katup di kilang minyak. FOTO/AP
JAKARTA – Keputusan mengejutkan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari keanggotaan OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026 diprediksi bakal mengubah peta kekuatan energi dunia. Langkah strategis ini diambil Abu Dhabi untuk memprioritaskan kepentingan nasional serta mempercepat transisi energi jangka panjang mereka.

“Kepergian UEA menghapus salah satu pilar utama yang mendasari kemampuan OPEC dalam mengelola pasar. Akibatnya, OPEC akan jadi lebih lemah secara struktural,” ujar Kepala Analisis Geopolitik Rystad Energy, Jorge León, dalam keterangan resminya, dikutip dari CNBC International, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga: UEA Keluar dari OPEC, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Mundurnya UEA terjadi di tengah situasi geopolitik yang sangat rapuh akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu gangguan distribusi. Penutupan Selat Hormuz bahkan telah menjebak lebih dari 13 juta barel minyak per hari, atau sekitar 13% dari total pasokan global, yang memicu lonjakan harga di pasar internasional.

Menteri Energi UEA, Suhail Al Mazrouei, menegaskan waktu pengunduran diri ini telah diatur untuk meminimalkan ganguan bagi produsen lain di dalam kelompok tersebut. Ia menekankan perlunya kebebasan dalam mengambil keputusan produksi tanpa hambatan kuota organisasi guna mencapai target kapasitas 5 juta barel per hari pada 2027.

MEMBACA  Dari Tim Bertubuh Besar hingga Skema Penerbangan Jay Idzes dan Kawan-Kawan

Tinggalkan komentar