Beberapa penumpang luka-luka dalam kecelakaan antara KRL dan kereta api diesel jarak jauh (KRD) di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin malam.
Berdasarkan temuan awal, KRL sedang berhenti di jalur 1 menuju arah timur ke Cikarang ketika sebuah kereta jarak jauh dari arah barat masuk ke jalur yang sama dan menabraknya.
“KRL-nya dihancurkan bagian belakang. Kami semua langsung dievakuasi oleh petugas,” kata Heri, penumpang yang selamat, di lokasi kejadian.
Hingga pukul 21.50 WIB, petugas dan masyarakat masih mengevakuasi penumpang. Beberapa penumpang yang berhasil dievakuasi mengalami luka-luka dan tidak sadarkan diri.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang memaksimalkan proses evakuasi bagi penumpang yang terdampak.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa proses evakuasi sedang berlangsung dan berharap operasi di Daop 1 dapat segera kembali normal.
“PT KAI bersama kepolisian saat ini sedang mengevakuasi kereta dan membantu para korban di lapangan. Kami berusaha sekuat tenaga agar operasional kereta bisa kembali normal secepatnya,” ujarnya dalam pernyataan.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, meminta maaf kepada pelanggan atas incident tersebut.
“Kami mohon maaf atas incident ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan semua penumpang dan staf mendapatkan peaertolongan terbaik secepat dan seefektif mungkin,” katanya.
Sementara itu, Basarnas telah menurunkan personil elit dari Basarnas Special Group (BSG) untuk menangani kecelakaan kereta api ini.
Tim SAR yang diterjunkan terdiri dari personil terlatih dengan kualifikasi khusus dan perlengkapan lengkap untuk extraksi dalam kecelakaan transportasi darat.
Puluhan korban luka akibat incident ini dilarikan kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan peligangan medis.