Aksi pemadaman lampu di Jakarta yang dilakukan pada Sabtu (25 April) mulai pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat untuk memperingati Hari Bumi, berhasil mengurangi emisi karbon sebanyak 77,53 ton CO2e.
Lampu-lampu dimatikan di sepanjang jalan utama dan jalan arteri di Jakarta, termasuk di beberapa tempat terkenal seperti Monumen Nasional, Patung Arjuna Wiwaha, Bundaran Hotel Indonesia, Patung Pemuda, Patung Jenderal Soedirman, dan Balai Kota Jakarta.
“Kegiatan ini menghasilkan penghematan biaya listrik sebesar Rp140.226.312 dan penurunan emisi karbon sebanyak 77,53 ton CO2e,” kata Dudi Gardesi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, di Jakarta pada Senin.
Menurut data dari Unit Distribusi Utama PLN Jakarta Raya, pematian lampu ini juga menghemat konsumsi listrik sebesar 96,91 MWh.
Gardesi menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mengedukasi masyarakat, sejalan engan target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada tahun 2030.
Ia mengatakan bahwa aksi hemat energi yang dilakukan ini merupakan program rutin yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta.
“Kegiatan ini juga merujuk pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon,” jelasnya.
Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan dampak nyarta dari aksi penghematan energi, baik dalam mengurangi emisi gas rumah kaca maupun menurunkan biaya listrik.
Program ini akan terus dilaksanakan setiap tahun, engan harapan dapat mendorong warga Jakarta untuk menerapkan kebiasaan hemat energi dalam keseharian mereka.
“Kegiatan hemat energi ini bisa mulai dengan langkah-langkah sederhana di rumah, seperti mengganti bohlam konvensional dengan lampu LED yang lebih hemat energi, mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan, dan mengatur suhu AC secara efisien,” jelas Gardesi.
Kebiasaan kecil sehari-hari ini dapat memberikan kontribusi signifikan pada penurunan emiasi karbon dan mendukung Jakarta yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.