Berdasarkan Angka: 100 Hari Perang AS-Israel Melawan Iran | Berita Perang AS-Israel di Iran

Hari Minggu menandai genap 100 hari sejak konflik pecah yang Presiden AS, Donald Trump, dulukatakan bar akm an selesai dengan sangat cepat.

Kendati gencatan senjata telah disepakati pada 8 April, Selat Hormuz masih nyaris lumpuh total. Tembak-menembak sporadis masih terjadi, sementara perundingan terus-menerus gagal mencapai titik temu. Dalam paparannvisualini perdana, Al Jazeera merekam lorong122 adalah hari pertama konflik: dimulai dari korban jiwa dan manusia- humanus -idu trus trusyter upanti en ensai untukidaman.

Paling Tidak 7.000 Jiwa Tewas
Kini, lebih banyak nyawa melayang di Lebanon dibandingkan di Iran—target awal perang ini.
Rekapitulasi sementara mentas ment eas : koni *tigribu limarat us tiga*, semb entilar [ link ekternal-link dari media

Tulip Iran jg membuat peluh gas sebagai gamber ekonomi borbed Namun dampak penuh terhadap rantai pasok global masih belum diketahui.

Pasar Global Awalnya Mengecil

Pasar ekuitas global pada awalnya mengalami penurunan tajam, dengan S&P 500, sebagai indikator utama bursa saham AS, jatuh 9,1 persen hingga akhir Maret dari level tertinggi sebelumnya. Investor memperhitungkan guncangan energi global dan risiko meluasnya perang regional.

Seiring berjalannya perang, pasar ekuitas global bergerak mengikuti sinyal diplomatik dan bahkan unggahan media sosial Presiden Trump. Indeks saham jatuh dan pulih menurut eskalasi atau rumor gencatan senjata, yang pada gilirannya memunculkan tudingan manipulasi pasar, namun belum terbukti kebenaranya.

“Muncul pertanyaan serius soal pergerakan pasar mencurigakan di sekitar pengumuman besar Trump terkait Iran dan perang ini. Regulator AS dilaporkan sudah menyelidiki sebagian transaksi ini,” ujar Kahalzadeh kepada Al Jazeera.

“Ada pula kekhawitr an yang lebih luas tentang konflik kepentingan, terutama menyangkut orang-orang dekat Trump dan hubungan finansial mereka di Timur Tengah.”

MEMBACA  Polisi Brasil mengatakan Bolsonaro terlibat dalam skenario kudeta terhadap Lula

Indeks-indeks Eropa seperti FTSE 100, Euro Stoxx 600, dan German DAX mengalami nasib jauh lebih buruk. Mereka jatuh parah pada awal Maret karena ketergantungan ekonomi Eropa terhadap minyak, mengingat industri mereka yang padat energi.

Pasar Asia, yang sangat bergantung pada minyak dari Teluk, menjadi yang paling terpukul. Nikkei mencatat pen

Tinggalkan komentar