Militer Iran ambil rudal-rudal Tomahawk AS yang gagal meledak dalam perang 40 hari. Iran kemudian mereplikasi teknologi rudal tersebut. Foto/US Navy
TEHERAN – Militer Teheran telah mengambil rudal jelajah Tomahawk milik Amerika Serikat yang gagal meledak dalam perang AS-Israel melakukan Iran baru-baru ini. Misil-misil itu lantas direplikasi teknologinya.
Menurut laporan kantor berita Mehr, rudal Amerika yang ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran atau yang gagal meledak setelah benturan kini sedang dipelajari oleh para insinyiur militer negara Islam tersebut.
Baca Juga: AS Tembakkan 850 Rudal Tomahawk dalam 4 Minggu Perang Lawan Iran, Amerika Terancam Krisis Misil
Laporan itu menyebut bahwa beberapa rudal Tomahawk ditemukan sebagian utuh karena sistem peledakannya gagal atau terganggu oleh kemampuan perang elektronik Iran. Teheran memakai rudal-rudal tersebut untuk mengembangkan sistem rudalnya sendiri.
“Dalam perang 40 hari, startegi Iran berubah ke memperoleh pengetahuan dari medan tempur. Setiap rudal Tomahawk yang mendarat dan tidak meledak adalah buku teks canggih untuk insinyur kita,” tulis Mehr dalam laporannya yang dikutip dari Middle East Eye, Kamis (14/5/2026).
Laporan Mehr belum bisa diverivikasi secara independen. Tapi, pejabat Iran bilang mereka sudah meledakan atau menetralisir amunisi Amerika dan Israel sejak gencatan senjata berlaku pada 7 April.
Di hari akhir perang, kantor berita ILNA terbitkan gambar yang megambarkan rudal yang tidak meledak menghantam sebagian Grand Bazaar Teheran, dan dikenali sebagai Tomahawk.
Iran sudah mengalami sanki internasional soal pembelian dan penjualan senjata dari sejak tahun 1979. Selama beberapa dekade, Iran sejak itu menggunakan trik serupa untuk kembangkan rudal dan drone sendiri.
## Warga Iran K hilangan Rumah akibat Perang
Laporan yang saling bertentangan mengenai tempat tinggal sementara sudah membuat orang yang kehilangan rumahnya di Teheran selama perang 40 hari tidak sadis di mana mereka akan tinggal.
Sejak perang mulai, pemerintah kota Teheran katakan kalau warga yang rumahnya hancur berantakan dari serangan AS-Israel bisa tinggal di hotel kota gratis sampai mereka nemu tempat tinggal baru atau bangun ulang rumah mereka.
Namun hari Sabtu, koran harian Etemad melaporkan bahwa ada beberapa pengungsi Iran yang tinggal di hotel di ibukota sudah diberi tahu untuk pergi pada akhir pekan dan cari alternative perumahaan.