Indonesia Targetkan Inflasi Bertahan di 2,51 Persen: BI

Jakarta (ANTARA) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yakin inflasi pada tahun 2026 dan 2027 akan tetap dalam kisaran target 2,5±1 persen, didukung oleh kebijakan moneter yang konsisten dalam menjaga inflasi dan kebijakan pemerintah untuk mengendalikan harga.

"Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam tim pengendalian inflasi pusat/daerah (TPIP/TPID) dengan memperkuat pelaksanaan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) untuk mempertahankan inflasi dalam targetnya," ujarnya di sini, Rabu.

Setelah rapat dewan gubernur BI bulan April, Perry menyatakan bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) juga tetap terkendali.

Pada Maret 2026, inflasi IHK tercatat sebesar 3,48 persen, lebih rendah dari realisasi 4,76 persen year-on-year (yoy) di bulan sebelumnya.

Inflasi inti menurun menjadi 2,52 persen yoy karena ekspektasi inflasi tetap dalam target, didukung oleh kebijakan moneter BI yang konsisten, tambahnya.

Begitu pula, inflasi bahan makanan volatile (volatile food) juga turun menjadi 4,24 persen yoy, didukung pasokan komoditas pangan utama yang memadai di tengah meningkatnya permintaan selama libur Lebaran.

Selanjutnya, inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) menurun menjadi 6,08 persen yoy dari 12,66 persen yoy bulan sebelumnya, seiring dengan pelonggaran kebijakan penetapan harga yang diatur pemerintah dan berakhirnya efek dasar sementara dari kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga pada Januari dan Februari 2025.

Oleh karena itu, pemerintah yakin inflasi akan tetap berada dalam rentang target yang telah ditetapkan, simpul Perry.

Berita terkait:

MEMBACA  Alarm Keamanan di Lini Pertahanan Timnas Indonesia Menjelang Piala Asia 2023

Tinggalkan komentar