Indonesia Siap Impor Minyak dari Rusia untuk Antisipasi Risiko Pasokan

Jakarta (ANTARA) – Indonesia terbuka untuk impor minyak dari negara manapun, termasuk Rusia, untuk menjamin pasokan bahan bakar dalam negeri di tengah gejolak pasar global, kata Menteri Energi Bahlil Lahadalia pada Senin.

“Begitu sudah final, saya akan kabari,” ujar Lahadalia di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta ketika ditanya tentang kemungkinan kesepakatan dengan Rusia.

Pernyataan ini menanggapi penawaran yang disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengenai kemungkinan penjualan minyak ke Jakarta.

Lahadalia menyebut Indonesia harus tetap fleksibel dalam mencari sumber minyak mentah seiring mengencangnya pasar energi global. Dia menekankan prioritas pemerintah adalah memastikan ketersediaan bahan bakar untuk rakyat.

“Kita tidak boleh terlalu selektif. Kita bisa impor dari negara mana saja, asal pasokannya terjamin,” katanya.

Dia menambahkan, Indonesia bersaing dengan pembeli lain di pasar global, di mana keterbatasan pasokan dan kenaikan harga telah memperketat persaingan.

Menurut Lahadalia, bahkan perusahaan yang telah meluncurkan tender bisa kalah dari pesaing yang bersedia membayar harga lebih tinggi untuk kargo yang tersedia.

Dinamika ini, ujarnya, mencerminkan bagaimana penjual mengutamakan pembeli yang menawarkan harga lebih kompetitif dalam kondisi pasokan terbatas.

“Oleh karena itu, kami menyiapkan beberapa alternatif. Prioritas utama pemerintah adalah memastikan bahan bakar tetap tersedia di dalam negeri,” tegasnya.

Menteri tidak memberikan rincian soal volume atau jadwal untuk impor potensial dari Rusia.

Indonesia telah berupaya mendiversifikasi sumber energi karena ketegangan geopolitik mengganggu rute pasokan tradisional.

Sebelumnya, Duta Besar Tolchenov menyatakan Rusia siap bekerja sama di bidang minyak dan gas dengan Indonesia, terutama saat harga global naik pasca gangguan di Selat Hormuz.

“Presiden kami telah berulang kali menyatakan kami siap bekerja sama dengan negara-negara bersahabat di sektor energi jika diperlukan,” kata Tolchenov pada 31 Maret di Jakarta.

MEMBACA  Turbina GE Vernova Bagian dari Peningkatan di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Jepang

Dia mencatat belum ada permintaan resmi yang diajukan oleh perusahaan energi negara Pertamina atau kementerian.

Namun, kedutaan tetap terbuka untuk diskusi mengenai pengaturan pasokan potensial.

“Silahkan hubungi kami, sampaikan kebutuhan Anda, dan kami akan eksplor cara memenuhinya,” ujarnya.

Pasar minyak global telah mengencang beberapa pekan terakhir, mendorong negara-negara menilai ulang strategi pengadaannya.

Berita terkait: Rusia terbuka jual minyak ke Pertamina di tengah ketegangan Selat Hormuz

Berita terkait: Rusia tawarkan minyak dan LNG ke Indonesia, pemerintah mulai evaluasi

Penerjemah: Putu Indah Savitri, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar