Perusahaan manajemen kerja, Asana, udah kehilangan sekitar setengah nilai pasar mereka sejak AI mulai naik daun. Sekarang, mereka cari jalan balik dengan bertaruh pada masa depan di mana agen AI bakal ada dimana-mana di kantor.
Hari Kamis, Asana ngumumin kalau mereka beli Stack AI, pembuat agen AI tanpa coding, seharga $75 juta—ini akuisisi pertama mereka dalam 18 tahun—bersamaan dengan laporan laba kuartal pertama yang bagus, dan bikin saham mereka naik lebih dari 13%.
Akuisisi ini ditujukin buat ngebuat Asana jadi platform yang bisa ngatur agen AI bareng pekerja manusia, di saat model bisnis utama mereka lagi ditekan buat beradaptasi ke zaman AI. Asana udah jadi korban kekhawatiran pasar soal masa depan model SaaS berbasis kursi di era AI agentik. AI makin sering bisa ngelakuin kerjaan yang tadinya dibuat oleh produk SaaS itu sendiri, bikin investor khawatir soal kebutuhan layanan kayak gini di masa depan.
Perusahaan kayak Asana juga biasanya tumbuh dengan narik biaya per kursi karyawan, di mana makin banyak karyawan artinya makin banyak pendapatan. Tapi agen AI, yang bisa ngelakuin kerjaan dulunya butuh beberapa orang, merusak model bisnis itu.
Ketika di kuartal satu tahun ini, Asana juga ngumumin pendapatan. Pendapatan Q1 nyampe $205.1 juta, naik 9.5% dibanding tahun lalu, lebih dari target atas. Asana masih rugi secara net, tapi produk AI baru kayak AI Studio dan AI Teammates yang diluncurin tahun ini udah bikin 17% dari pendapatan baru tahunan. Seenganjutnya, itu lmu semua bagian dari strategi mereka buat menghadapi maslahat AI di tempat kerja.