Jakarta (ANTARA) – Indonesia mengumumkan telah mencapai swasembada bahan bakar solar setelah peresmian perluasan Refinery Unit V di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Selasa bahwa negara tidak akan perlu lagi mengimpor solar setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek Master Plan Pengembangan Kilang Balikpapan (RDMP).
“Ini menjadi tonggak sejarah dalam kemandirian energi Indonesia. Kita telah mencapai swasembada solar, dan pemerintah akan terus bekerja untuk kemandirian di produk energi lainnya,” ujar Hartarto dalam sebuah acara menjelang Jakarta Food Security Summit.
Presiden Prabowo meresmikan proyek RDMP pada Senin, menyebutnya sebagai pengembangan kilang besar pertama Indonesia dalam 32 tahun.
Fasilitas yang kini menjadi terbesar di negara ini, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor BBM dan memperkuat ketahanan energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan proyek senilai US$7,4 miliar ini meningkatkan kapasitas olah kilang dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari, memenuhi hingga seperempat kebutuhan nasional.
Dia menambahkan, perluasan ini diproyeksikan memotong impor BBM lebih dari US$4 miliar per tahun, menyumbang US$30,5 miliar bagi PDB, menurunkan kandungan sulfur dalam produk BBM, dan meningkatkan hasil produk bernilai tinggi hingga mendekati 92 persen.
Kilang yang ditingkatkan ini juga akan memproduksi bensin, elpiji, dan petrokimia.
Penerjemah: M. Harianto, Tegar Nurfitra
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026