Jakarta (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menandaskan bahwa negosiasi berjalan Indonesia untuk membeli minyak dan elpiji dari Rusia tidak akan membahayakan kerjasama energi yang sudah ada dengan Amerika Serikat.
Dengan pendekatan pragmatis, dia menekankan pemerintah bertekad melakukan segala upaya untuk menjamin pasokan energi yang cukup bagi negara, termasuk melalui berbagai perjanjian bilateral.
“Perlu dicatat bahwa kita butuh sekitar 300 juta barel minyak mentah per tahun. Makanya, kita akan manfaatkan setiap peluang karena penting untuk mengejar semua opsi yang menguntungkan kepentingan nasional,” ujar Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis.
Dia juga menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor untuk menutupi kekurangan harian sekitar satu juta barel, dengan produksi dalam negeri sekitar 600.000 barel per hari sedangkan konsumsi mencapai 1,6 juta barel.
“Kondisi global mendorong pemerintah mencari sumber alternatif minyak, dengan mendekati lebih dari satu negara,” jelasnya.
Pernyataan ini disampaikan usai dia melaporkan kemajuan pembicaraan impor produk energi dari Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, di tengah meningkatnya risiko pasokan global.
Setelah pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada 13 April, Prabowo menugaskan Lahadalia untuk melanjutkan pembicaraan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilyov keesokan harinya.
Lahadalia menilai pertemuan tingkat menteri tersebut produktif.
“Kami akan amankan pasokan minyak mentah dari Rusia. Bahkan, pihak Rusia telah menyatakan kesiapan untuk membantu Indonesia membangun beberapa infrastruktur kunci guna memperkuat cadangan dan keamanan energi kita,” tuturnya kepada pers di istana.
Menteri juga menyebut telah memulai negosiasi untuk mengimpor elpiji dari Rusia, dan memperkirakan mungkin butuh dua hingga tiga putaran lagi untuk mencapai kesepakatan.
“Untuk pembicaraan soal minyak mentah, saya percaya kita sudah berada di tahap akhir,” tambahnya.
Berita terkait: Indonesia near final deal to import Russian crude oil: Minister
Penerjemah: Genta Tenri, Tegar Nurfitra
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026