Indonesia Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Lembah Baliem

Wamena (ANTARA) – Kementerian Hukum Indonesia sedang mempromosikan perlindungan kekayaan intelektual masyarakat Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Pegunungan Papua, selama Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-33 tahun 2025.

Kekayaan intelektual yang dilindungi fokus pada lomba merajut noken (anyaman bambu tradisional), yang punya potensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Jayawijaya.

Anthonius M. Ayorbaba, kepala Kantor Wilayah Papua Kementerian itu, mengatakan pada Sabtu bahwa potensi kekayaan intelektual masyarakat Jayawijaya yang ditampilkan di FBLB ke-33 harus dilestarikan.

"Kabupaten Jayawijaya punya destinasi wisata alam dan budaya yang kaya, rumah tradisional atau honai, serta daerah yang hijau dan segar. Karena itu, kami mendorong perlindungan yang tepat untuk potensi budaya Jayawijaya," ujarnya.

Menurut Ayorbaba, FBLB adalah salah satu kegiatan budaya tertua di Indonesia dan masuk dalam 10 acara paling karismatik Nusantara (KEN).

"Festival ini menawarkan atraksi budaya seperti tarian, anyaman noken, ukiran, makanan tradisional, dan kunjungan ke objek wisata. Jadi, potensi budaya Jayawijaya harus diakui dengan benar, artinya harus dapat perlindungan hukum," tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa kehadiran pengunjung dan turis di FBLB ke-33 langsung mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama bagi masyarakat, pengusaha lokal, restoran, dan jasa transportasi.

"Kekayaan budaya yang ditampilkan di FBLB perlu dapat perlindungan kekayaan intelektual melalui pendaftaran hak cipta agar masyarakat bisa sepenuhnya manfaatkan acara besar ini," katanya.

Dia menyatakan bahwa FBLB ke-33 berbeda dengan acara serupa tahun-tahun sebelumnya, dengan rangkaian objek wisata yang dirancang dengan sentuhan seni dan budaya khas.

"Penampilan 1.500 pemain pikon (alat musik tradisional) juga memecahkan rekor dengan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)," kata Ayorbaba.

MEMBACA  Jawaban teka-teki silang mini NYT untuk 16 Februari 2025

"Rekor MURI pertama pada 2019 untuk noken sepanjang 30 meter. Noken masuk dalam daftar warisan budaya takbenda UNESCO di 2012," jelasnya.

Dia yakin FBLB bukan hanya forum promosi budaya dan pariwisata, tapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk dapat keuntungan ekonomi dan jaminan perlindungan hukum untuk kekayaan intelektual mereka.

"Kita harus terus dukung dan lestarikan festival ini sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia," tegasnya.

Penerjemah: Yudhi Efendi, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2025