Jakarta (ANTARA) – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengajak para pemudik untuk memanfaatkan momentum lebaran sebagai pemantik kebangkitan ekonomi dan pembangunan, bukan hanya sekadar acara silaturahmi biasa.
Pesan ini disampaikannya dalam diskusi dengan wartawan di acara buka puasa bersama, Senin (24/3) malam. Dia menekankan, arus pergerakan pemudik ke daerah pedesaan harus dimaksimalkan agar membawa dampak positif yang nyata dan berkelanjutan.
“Kami berharap kunjungan sosial ini bisa memicu optimisme. Para pemudik, insyaallah, akan membawa uang ke kampung halamannya, sehingga aktivitas ekonomi lokal pasti terdongkrak,” ujarnya.
Untuk mengoptimalan perputaran ekonomi lokal, ia mendorong para perantau untuk memprioritaskan membeli produk asli desa sebagai buah tangan.
“Sebelum kembali ke kota, disarankan untuk membeli produk desa sebagai oleh-oleh. Bawa ke kota, sehingga ini menjadi momen kebangkitan ekonomi di desa,” katanya.
Selain aspek ekonomi, dia juga menyoroti pentingnya transfer pengetahuan dari masyarakat kota ke desa. Pemudik yang tinggal di kota besar diharapkan dapat memberikan literasi, bimbingan, dan solusi atas berbagai tantangan di kampung halaman.
“Setidaknya, mereka dapat memberikan dorongan dan literasi tentang bagaimana sebuah desa dapat dikembangkan dengan baik. Warga kota akan dinanti-nanti warga desa untuk berbagi pengalaman dan solusi guna mempercepat kolaborasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, dia menekankan inisiatif ini sejalan dengan misi Astacita Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan membangun Indonesia dari desa.
Menurutnya, pembangunan saat ini memposisikan desa bukan lagi sebagai objek, tetapi telah berubah menjadi subjek utama pembangunan nasional.
Berita terkait: Indonesia Police boost security ahead of Eid travel peak
Berita terkait: Gibran urges homecoming travelers to prioritize health, safety
Berita terkait: Indonesia ensures fuel supply for Eid, stocks secure for 28 days
*Penerjemah: Citro, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026*