Indonesia dan Kroasia Perkuat Kerja Sama Perlindungan Pekerja Migran

Indonesia dan Kroasia sepakat untuk mempercepat penyelesaian notulen kesepahaman (MoU) tentang penempatan pekerja migran Indonesia di sektor perhotelan. Hal ini disampaikan dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu (27/6) di Jakarta.

Wakil Menteri Luar Negeri, M. Anis Matta, mendapatkan komitmen bersama setelah bertemu dengan Sekretaris Negara di Kementerian Luar Negeri dan Eropa Kroasia, Frano Matuši. Pertemuan itu berlangsung selama kunjungan Matta ke Kroasia pada 24-27 Juni.

Matta dan Matuši membahas kerja sama yang lebih dalam di berbagai sektor strategis, termasuk perdagangan dan investasi, pendidikan, digitalisasi, pariwisata, serta industri pertahanan. Keduanya juga menyoroti dukungan Kroasia terhadap kepentingan Indonesia di Eropa.

Indonesia mengajukan langkah-langkah konkret untuk memperkuat hubungan, seperti mengadakan forum bisnis rutin, mengembangkan paket wisata terpadu, memperkuat peran Pelabuhan Rijeka untuk pengiriman logistik, dan mendorong kerja sama film yang melibatkan para pelaku industri kreatif dari kedua negara.

Pembicaraan juga membahas dukungan Kroasia untuk proses aksesi Indonesia ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dan penyelesaian perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa.

Kedua menteri juga bertukar pandangan tentang perkembangan hubungan Indonesia-Uni Eropa dan pentingnya kerja sama antar negara berkembang untuk menjaga stabilitas internasional di tengah ketidakpastian global.

Selain pertemuan bilateral, Wamen Matta menghadiri Forum Dubrovnik 2026 yang mengusung tema Zaman Multipolaritas: Banyak Arah, Satu Masa Depan.

Forum edisi ke-20 itu menjadi tempat bagi para pemimpin dan pembuat kebijakan untuk membahas tantangan geopolitik, keamanan internasional, ketahanan ekonomi, dan masa depan multilateralisme.

Matta juga menggunakan kunjungan ini untuk mengunjungi Mufti Besar Kroasia, Aziz Efendi Hasanovi, di Pusat Islam Zagreb. Dalam pertemuan itu, mereka membahas geopolitik global, kondisi dunia Islam, jaringan umat Islam, dialog antaragama, dan moderasi beragama.

MEMBACA  Analisis: Saat Tesco dan Sainsbury's Mengambil Kesempatan, Pelaku Lambat di Pasar Grosir Inggris Hadapi Tantangan Berat

Tinggalkan komentar