Indonesia: BRIN Kembangkan Teknologi Perkeretaapian untuk Pacu Transportasi

Jakarta (ANTARA) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan teknologi perkerataapian yang mencakup sarana, prasarana, dan tata kelola untuk mendukung peningkatan kinerja transportasi serta pertumbuhan regional.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan bahwa penelitian ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mencakup dimensi kelembagaan dan operasional.

“Setidaknya ada tiga bidang riset: sosial-kelembagaan, terkait penumpang, dan lingkungan,” ujarnya dalam pernyataan pada Kamis.

Ia menambahkan, BRIN mendorong peningkatan kemampuan rekayasa nasional di bidang mesin maupun sarana perkerataapian untuk mempercepat transfer teknologi yang efektif.

Menurutnya, negara lain berhasil menguasai teknologi lebih cepat melalui investasi rekayasa yang strategis.

Di sektor infrastruktur, BRIN mengembangkan sistem pemantauan kesehatan struktur untuk jembatan kereta api, yang sangat penting mengingat kondisi banyak jembatan yang sudah tua.

BRIN juga mengembangkan material seperti bantalan rel berbahan karet yang telah melalui berbagai uji teknis, diharapkan dapat meningkatkan stabilitas dan keselamatan operasional.

Dari sisi tata kelola, lembaga ini sedang mengkaji manajemen dan integrasi sistem transportasi, termasuk di perkotaan.

“Ini bisa menjadi salah satu aspek dari rencana kami untuk mempercepat pengembangan infrastruktur dan industri perkerataapian,” kata Satria.

Sementara itu, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan pengembangan jaringan kereta api sekarang difokuskan di luar Jawa.

Ia mencatat kebijakan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari Program Prioritas Nasional.

“Visio utama Presiden adalah memastikan Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi tidak terlalu tertinggal. Dengan membangun jaringan kereta api terintegrasi, kita bisa menekan biaya logistik secara signifikan dan meningkatkan daya saing,” jelasnya.

Berita terkait: Indonesia akan habiskan Rp1.200 triliun untuk ekspansi kereta besar-besaran hingga 2045

MEMBACA  Kapolri Teguhkan Dukungan bagi Ketahanan Pangan untuk Percepat Pembangunan

Berita terkait: Indonesia kaji jaringan kereta Kalimantan sepanjang 2.772 km

Penerjemah: Arie Novarina
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar