Indonesia Berkomitmen Menyediakan Layanan Haji Inklusif bagi Jamaah Lansia dan Penyandang Disabilitas

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Haji dan Umrah Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah Indonesia, dengan fokus pada inklusivitas dan keadilan bagi lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menyatakan komitmen ini tercermin dalam upaya terus menerus untuk memasukkan prinsip inklusif ke dalam penyesuaian regulasi.

“Kami mengakui ibadah haji sebagai kegiatan inklusif yang tidak hanya berpusat pada laki-laki; haji juga harus mendukung warga lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan dengan setara,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Sabtu.

Raharjo menekankan bahwa pemerintah menempatkan keselamatan, nilai kemanusiaan, dan aksesibilitas sebagai inti dari langkah-langkahnya untuk memastikan layanan ibadah yang inklusif bagi semua.

“Kementerian kami terus memprioritaskan dan memperkuat koordinasi serta kolaborasi dengan organisasi dan lembaga yang berkecimpung di isu disabilitas untuk memberikan perlakuan yang sama dan layanan haji yang lebih inklusif,” jelasnya.

Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Dante Rigmalia, memuji Kementerian Haji dan Umrah yang telah responsif terhadap berbagai masukan dan rekomendasi terkait layanan ibadah bagi penyandang disabilitas.

“Kemenag segera menindaklanjuti solusi yang kami usulkan,” katanya, seraya mencatat bahwa kementerian tersebut juga mendapat pujian dari pemerintah Arab Saudi atas layanannya di Mekah selama haji 2025.

Dia juga mengapresiasi upaya nyata kementerian dalam meningkatkan dan menyesuaikan layanan makanan bagi jamaah lansia dan disabilitas.

“Ini mencerminkan perhatian terhadap kebutuhan khusus jamaah,” tambahnya.

Namun, Rigmalia mencatat bahwa perbaikan lebih lanjut masih diperlukan dalam asistensi bagi jamaah disabilitas.

“Misalnya, sangat penting untuk memastikan jamaah yang menggunakan kursi roda tidak terpisah dari pendampingnya, karena dapat mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan mereka,” ujarnya.

MEMBACA  Koperasi Merah Putih akan menjadi pembeli hasil pertanian, kata pemerintah

Berita terkait: Tiga skenario penyelenggaraan haji di tengah eskalasi perang

Berita terkait: Indonesia jamin dukungan penuh bagi jamaah haji dan umrah di luar negeri

Berita terkait: Indonesia kejar koneksi digital mulus dengan Arab Saudi untuk jamaah

Penerjemah: Asep Firmansyah, Tegar Nurfitra
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar