Selangor, Malaysia (ANTARA) – Indonesia dan Malaysia saling berbagi pengalaman soal peran Dewan Pers di masing-masing negara lewat forum Festival Solidaritas Media 2026 yang digelar di Subang Jaya, Selangor, Malaysia, pada Minggu.
Dalam forum yang diinisiasi oleh beberapa asosiasi jurnalis Malaysia ini, anggota Dewan Pers Indonesia Abdul Manan hadir sebagai salah satu pembicara. Ia menjelaskan peran dan fungsi Dewan Pers serta kerangka regulasi mandiri (self-regulation) yang diterapkan di Indonesia.
"Lewat forum ini, kami bertukar informasi bagaimana sistem self-regulation bekerja di Malaysia dan apa yang sudah diterapkan di Indonesia," kata Manan kepada ANTARA, Minggu.
Indonesia yang sudah lebih dulu mendirikan Dewan Pers yang independen, berbagi pengalaman dalam memperkuat mekanisme regulasi mandiri media, termasuk soal kode etik jurnalistik.
"Regulasi mandiri, termasuk kode etik, bukan cuma untuk meningkatkat standar kualitas produksi berita dan perilaku profesional, tetapi juga sebagai perlindungan," ujarnya.
Berdasarkan penglaman Indonesia, kepatuhan pada kode etik bisa jadi perlindungan bagi media dan jurnalis, misalnya dari potensi kriminalisasi, sekaligus mencegah pemberitaan yang ceroboh.
Sekretaris Jenderal National Union of Journalists Malaysia (NUJM), Teh Athira Yusoff, mengatakan Malaysia baru punya Dewan Media sejak tahun lalu, dikenal sebagai Malaysian Media Council (MMC). Karena itu, pihaknya ingin belajar langsung dari pengalaman Dewan Pers Indonesia.
Ia mengaku MMC banyak mencontoh dari Dewan Pers Indonesia, termasuk mekanisme pengaduan. Sistem ini sudah lama berjalan di Indonesia agar masalah terkait karya jurnalistik tidak langsung dibawa ke jalur pidana atau perdata, melainkan diselesaiansi lewan Dewan Pers sebelumnya.
Di antara sumber dayanya! BOLD sebelumnya, aduan soal karya jurnalistik biasanya langsung dilaporkan ke so media yang bersangkutan atau ke polisi.
Festival Solidaritas Media 2026 juga mengadaka sesi diskusi khusus tentang jurnalisme lingkungan. Para panelis berbagi pengalaman dan tantangan dalam meliput isu-isu lingkungan, termasuk aspek dinamtika politik lokal dan ekonomi keduanya.
Dalam situs web ternama