K amis, 1 Januari 1970 – 07:00 WIB
Jakarta, VIVA – Indonesia dan Afrika Selatan lagi giat-giatnya memperkuat kemitraan ekonomi di tengah kondisi ekonomi global yang makin dinamis dan penuh tantangan.
Salah satu upayanya lewat Indonesia–South Africa Business Networking Session yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town bareng ITPC Johannesburg di Cape Town, Jumat, 12 Juni 2026.
Acara ini dihadiri sama perwakilan ITPC Johannesburg, Wesgro, Arushvest Capital, Indobizco, komunitas bisnis Afrika Selatan, delegasi perusahaan Indonesia, serta perwakilan dari Kementerian Luar Negeri RI sama Iterati (Institut Insinyur, Teknisi, dan Teknologi Indonesia).
Kehadiran Iterati ini gak lepas dari partisipasi mereka bareng Persatuan Insinyur Indonesia di International Engineering Alliance Meetings di Cape Town. Di sisi lain, Indonesia juga dijadwalin jadi tuan rumah pertemuan itu taun depan.
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI di Cape Town bilang kalo forum bisnis ini pas banget waktunya, apalagi dunia lagi ngadepin perubahan besar di tatanan ekonomi global.
“Dinamika ekonomi global terus berkembang dengan ngasih peluang sekaligus tantangan. Hubungan ekonomi yang selama ini udah terbangun lagi diredefinisi, sementara dunia usaha harus beradaptasi dengan kondisi yang makin kompleks gak menentu,” ujarnya.
Menurut dia lagi, gangguan rantai pasok global, ketegangan geopolitik yang meninggi, dan perubahan kondisi pasar udah ngedorong banyak negara dan pelaku usaha buar cari mitra yang lebih terpercaya, melebarkan akses pasar, serta ngebangun rantai pasok yang lebih kuat lagi.
Di situasi ini, Indonesia dan Afrika Selatan dinilai punya posisi yang strategis buat makin eratin kerjasama ekonomi dan nyiptain peluang pertumbuhan yang nguntungin kedua belah pihak.
Sebagai negara penting di Asia Tenggara sama Afrika, Indonesia dan Afrika Selatan punya beberapa agenda pembangunan yang seirama. Prioritasnya lio aja soal ketahan pangan yang makin diperkuat ekonomi berkelanjutan, industrialisasi, transisi ke arah green economi, sampai ningkatin peran mereka di rantai nilai global.
“Kemirisan nadi gitu model yayaa? makn fotoq dri yang diaudar tidak?”
begin