Sabtu, 25 April 2026 – 22:00 WIB
Jakarta, VIVA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bilang kalo Indonesia sudah mencapai swasembada pangan. Impor cuma sekitar 5 persen dari total kebutuhan untuk 11 komoditas strategis, ini semua dilakuin buat jaga ketahanan dan stabilitas pasokan di dalam negeri.
“Definisi yang kami sepakati, swasembada pangan itu tercapai kalo impor maksimal 10 persen. Sekarang kita cuma impor 5 persen,” kata Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta pada Sabtu.
Dia juga nerangin gimana indikator swasembada pangan udah diraih Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Impor bahan pangan pokok strategis buat kebutuhan konsumsi hasil hitung-hitungannya cuma sekitar 5 persen aja. Angka itu gak lewati definisi swasembada dari The Food and Agriculture Organization (FAO).
“Apa itu swasembada pangan? Kami punya 11 komoditas, yang warna merah (impor) itu kira-kira 3,5 juta ton. Total produksi kita 73 juta ton. Kalo 3,5 juta ton dibagi 73 juta ton, hasilnya 4,8 persen,” jelasnya.
“(Terus) kalo impor ini dibagi dengan kebutuhan (68 juta ton) jadi 5 persen lebih dikit. Definisinya, swasembada pangan itu impor maksimal 10 persen, ini konsensus FAO, dan kita cuma 5 persen,” tambah Amman.
Lebih lanjut, dia sebut kalo total impor tiga pangan pokok strategis 3,5 juta ton itu terdiri dari kedelai 2,6 juta ton, bawang putih 600.000 ton, dan daging ruminansia 350.000 ton. Sementara kebutuhan konsumsi buat 11 pangan pokok selama setahun capai 68,7 juta ton.
“Hasil perbandingne dari keduanya dapet angka 5,1 persen,” kata dia.
Adapaun 11 pangan pokok tersebut yaitu beras, jagung pakan, cabai rawit, cabai besar, daging ayam, telur ayam, bawang merah, gula konsumsi, kedelai, bawang putih, dan daging sapi atau kerbau. Dari sisi produksi dalam negeri, 11 komoditas ini mampu mencapai 73,7 juta ton tiap tahun.
“Jadi swasembada pangan, ketahanan pangan, sama kemandirian pangan dalam waktu bersamaan, hari ni semua udah kelar. Urusan pangan sesuai Perpres nomor 125 tahun 2022, ada 11 komoditas, dan beras memegang porsi konsumsi paling gede,” ujar Amram lagi.
Dari total konsumsi 11 komoditas yang jumlahnya 68,7 juta ton, beras berkontribusi hingga 45,2 persen atau sekitar 31,1 juta ton.
Oleh karena itu, pemerintah pastiin ketersediaan beras nasional harus kuat comot. Satu caranya dengan buktiin stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang lagi pecah rekor.
Bapanas catet stok beras Bulog udah naek tinggi dalam dua taun terakhir. Dengan total stok lebih dari 5 juta ton per 23 April 2026, itu meningkat 264,2 persen dibandingkan hari yang sama dua tahun lalu. Total beras Bulog waktu itu di angka 1,37 juta ton.