loading…
Hyundai Kerjakan Mesin dengan Rasio Kompresi yang Bisa Diubah. Foto/ cNc
SEOUL – Saat ini, banyak pabrikan mobil sudah beralih ke kendaraan listrik. Tapi, meski ada revolusi ini, Hyundai terus berinovasi dalam mesin pembakaran dalam.
Dalam perkembangan terbaru, Hyundai mengajukan paten untuk pengembangan mesin dengan teknologi rasio kompresi variabel (VCR) generasi baru. Langkah ini punya potensi untuk buat mesin bensin lebih irit tanpa mengurangi performanya.
Ini bukan cuma peningkatan kecil, tapi merupakan pendekatan teknik yang coba pecahkan masalah klasik di dunia mesin: bagaimana mendapatkan tenaga besar tanpa boros bahan bakar.
Untuk mengerti pentingnya teknologi ini, kita harus pahami dulu konsep dasar mesin. Rasio kompresi merujuk pada seberapa banyak campuran udara dan bensin ditekan di dalam silinder sebelum terbakar.
Di mesin biasa, rasio ini tetap. Artinya, para insinyur harus pilih antara pakai rasio kompresi tinggi untuk efisiensi termal yang baik, atau menurunkan rasionya agar mesin bisa pakai turbo.
Dengan teknologi VCR, mesin bisa otomatis ubah rasio kompresinya, tergantung kondisi berkendara. Saat nyetir santai, rasionya bisa dinaikkan untuk hemat bahan bakar. Saat butuh tenaga ekstra, rasionya bisa diturunkan untuk hindari knocking dan izinkan turbo kerja lebih maksimal.