Selasa, 14 April 2026 – 17:26 WIB
Polisi Resor (Polres) Siak di Riau telah menetapkan seorang guru berinisial IP (35 tahun) sebagai tersangka. Guru ini terlibat dalam kasus kecelakaan fatal yaitu sebuah ledakan yang menyebabkan seorang siswa meninggal. Kejadian ini terjadi saat ujian praktek sains di SMP Islamic Center Siak.
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, menjelaskan bahwa penentuan tersangka untuk IP didasari oleh unsur kelalaian. Sebagai guru pembimbing, tersangka diketahui sudah paham bahwa proyek sains yang dibuat oleh korban adalah sebuah senjata yang memakai bahan peledak.
"Tersangka IP sudah tahu bahwa karya siswa itu bisa mengeluarkan ledakan. Korban juga sudah menjelaskan bahan-bahan yang dipakai dan cara kerjanya. Tapi, tersangka tetap mengizinkan korban untuk mempraktekkannya di lapangan, yang akhirnya menyebabkan insiden mematikan ini," kata Kapolres di Siak, Selasa.
Dalam penyelidikan kasus ini, polisi telah memeriksa 16 orang saksi, termasuk para siswa, guru, dan dokter forensik. Beberapa barang bukti juga sudah disita, seperti printer 3D, laptop, dan kamera. Kemudian ada juga pecahan material cetak 3D berbentuk popor dan laras senapan, dua besi hitam sepanjang 70,5 cm dan 81 cm, serta 60 butir besi bulat. Tidak hanya itu, ada juga serbuk hitam, sumbu, korek api, dan potongan obat nyamuk yang diduga sebagai pemicu ledakan.
Tersangka IP dijerat dengan Pasal 474 Ayat (3) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. "Tersangka terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda kategori V," ujar AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar dalam konferensi pers.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu, 8 April, saat sekolah sedang mengadakan kegiatan "Science Show" atau ujian praktek IPA. Korban, seorang siswa kelas IX berinisial MAA (15 tahun), bersama kelompoknya akan mempraktekkan hasil karya berupa senapan rakitan yang dibuat memakai printer 3D di lapangan sekolah.
Ketika akan memulai, MAA memperingatkan teman-temannya untuk menjauh dari lokasi. Namun, saat korban mengambil posisi dan akan menembak, senapan rakitan 3D itu justru meledak.