loading…
Kim Hee-soo, gubernur di Korea Selatan yang memicu kemarahan publik karena mengusulkan impor wanita muda dari Vietnam dan Sri Lanka untuk atasi krisis populasi. Foto/Korea Herald
SEOUL – Seorang gubernur di Korea Selatan (Korsel) memicu kemarahan publik setelah mengusulkan untuk mengimpor wanita muda dari Vietnam dan Sri Lanka guna mengatasi krisis populasi. Penggunaan istilah “impor wanita” dinilai telah merendahkan martabat manusia.
Menurut laporan BBC, Selasa (10/2/2026), Gubernur Kabupaten Jindo di Provinsi Jeolla Selatan, Kim Hee-soo, sekarang telah dikeluarkan dari Partai Demokrat (DPK) yang berkuasa di Korea Selatan akibat usulan kontroversialnya.
Baca Juga: Korea Selatan Tutup 4.008 Sekolah karena Populasi Pelajar Menyusut Drastis
Usulan itu disampaikan dalam sebuah pertemuan publik pekan lalu, dimana Kim Hee-soo mengatakan bahwa wanita muda dari negara-negara seperti Vietnam atau Sri Lanka bisa dinikahkan dengan pria muda Korea Selatan di daerah pedesaan untuk meningkatkan angka kelahiran.
Usulan tersebut memicu penolakan dan kemarahan. Kedutaan Besar Vietnam di Seoul dan Asosiasi Wanita Vietnam di Korea memberikan teguran keras dalam surat yang dikirim ke pemerintah Kabupaten Jindo.
“Bahasa yang menyinggung, pernyataan tidak pantas, dan penggunaan kata-kata yang tidak layak dari siapapun, seperti ungkapan baru-baru ini ‘mengimpor perempuan Vietnam’ oleh seorang pejabat tingkat distrik di Jeollanam, adalah perilaku yang perlu dipertimbangkan secara serius, dipahami dengan benar, dan diperbaiki dengan semangat membangun. Kami percaya bahwa dengan mengakui kesalahan dan memperbaikinya melalui tindakan konkret dan praktis, hal itu akan membantu membangun kepercayaan, mendorong perilaku sehat, dan lebih memperkuat kemitraan strategis komprehensif antara Vietnam dan Korea di masa depan,” kata pihak kedutaan.