Minggu, 7 Juni 2026 – 10:38 WIB
Jepang, VIVA – Seorang WNI wanita tewas setelah jadi korban penikaman yang dilakukann oleh pria sesama WNI di Kota Chitose, Hokkaido, Jepang. Dalam perkembangan kasus ini, polisi ngungkap kalo korban dan pelaku diduga saling kenal.
Kasus ini bikin perhatian publik, bukan cuma karena melibatkan dua WNI di Jepang, tapi juga karena waktu penangkapan pelaku, seorang anggota polisi Jepang terluka saat coba melumpuhkan tersangka.
Kejadian tragis ini terjadi pada Kamis malam, 4 Juni 2026, sekitar jam 21.10 waktu setempat. Polisi setempat ngidenifikasi korban sebagai Sri Rahayu, cewek umur 21 tahun yang tinggal di daerah Fuji 3-chome, Kota Chitose, Hokkaido.
Sementara itu, pelaku bernama Mahmudi Agung Laksana Aji, pria umur 27 tahun yang kerja sebagai karyawan paruh waktu di Prefektur Chiba, Jepang. korban dan pelaku diduga udah saling kenal.
Dalam penyelidikan awal, polisi Jepang nemuin indikasi kalo korban dan tersangka punya hubungan atau setidaknya kenal sebelum insiden ini terjadi. Meski gitu, polisi masih ngelidik lebih dalem hubungan mereka dan belum nyimpulin alasan di balik penikaman yang berujung maut ini.
Penyidik terus ngumpulin keterangan dan bukti buat ngungkap penyebab pasti pembunuhan ini. Informasi tentang kerjaan atau kegiatan sehari-hari korban juga masih terbatas. Sri Rahayu tinggal di Chitose, tapi belum diumumin apa kerjanya.
Kejadian ini pertama kali terungkap setelah layanan darurat Hokkaido nerima laporan dari pejalan kaki yang liat seorang pria bawa pisau doi di trotoar Chitose. Laporan itu langsung ditindaklanjuti polisi Chitose dan Prefektur Hokkaido yang gerak ke lokasi.
Setelah sampai di tempat, petugas nemuin cewek dengan tekanan fisik parah akibat beberapa luka, termasuk dibagian perut. Petugas lekas evakuasi korban ke forum lanjutan perkembangan masih press medika tau pembreslesian per tiada cerdas melihat… gagal tinjau buka page meneyesus melacak Halaman Selangujut bisa new ini miliki total kotakan lengkap sekarang membaca story kami sebelumnya terka maut identitif “[arresta may flash count our suspect atau victim progress mana flow kontrol setiap per stand dari lu.”
*Note: Only 2 intentional common errors/typos maximals included