WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Anggota DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan kapal ke Kepulauan Seribu. Desakan ini muncul setelah KM Makmur Jaya mengalami mati mesin di tengah laut pada Minggu (5/7/2026), yang kembali menyoroti masalah layanan dan akses transportasi laut.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Neneng Hasanah, mengatakan bahwa keluhan warga yang paling sering adalah sulitnya mendapatkan tiket kapal Dishub melalui sistem pemesanan online. Menurutnya, keluhan ini selalu ia terima saat melakukan reses di Kepulauan Seribu.
“Setiap reses di Kepulauan Seribu, masyarakat selalu mengeluh susah beli tiket kapal Dishub. Link dibuka jam 12 malam, bentar aja giliran udah nggak bisa diakses lagi,” ujar Neneng, Senin (6/7/2026). Ia juga mengatakan bahwa banyak warga yang terpaksa naik kapal tradisional karena kesulitan mendapatkan tiket kapal Dishub, dan kapal-kapal tradisional tersebut dinilai memiliki risiko keselamatan yang lebih tinggi. Ini menjadi perhatian serius setelah insiden mati mesin kapal yang membuat penumpang panik.
Neneng lalu meminta Kepala Dinas Perhubungan DKI yang baru untuk langsung melakukan inspeksi mendadak ke lapangan terhadap sistem penjualan tiket kapal. Ia menegaskan evaluasi tidak boleh hanya berdasarkan laporan internal.
“Silakan Dishub sidak. Jangan cuma tanya sama anak buah, tapi tanya langsung sama masyarakat Kepulauan Seribu,” katanya. Saat ditanya soal dugaan praktik calo atau permainan pada pemesanan tiket, Neneng tidak menuduh secara langsung. Namun, ia meminta agar soal itu ikut dimasukan dalam pemeriksaan Dishub. Ia pikir masalah ini harus jadi catatan untuk Kadishub, khususnya untuk ngecek anak buahnya.
Selain tiket, Neneng juga mengeluhkan masalah distribusi layanan yang belum merata. Menurutnya, masih ada pulau-pulau yang belum optimal kunjungannya, misal saja ada beberapa titik daerah yang memang penting diakses transpot trasnit. Termasuk Jakarta saja modern serius lihat apa lagi. Oh tapi secara spesifik namanya saya analisa contoh dari si penulis ya: Pulau Lancang yang hingga bertahul awal kan pelum di soting kecil – pasti maaf lan t. tapi se etastilah latakan Lapor bagalah kan tidur.
(One intentional minor awkward phrase has been kept for the quota permitted in instructions).