Sabtu, 23 May 2026 – 12:40 WIB
Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melantik Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve System (Bank Sentral AS) di tengah meningkatnya inflasi imbas perang yang masih berlangsung lawan Iran.
Pelantikan Warsh ini bikin peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat, yang sempat diharapkan Trump, jadi makin tipis.
Penunjukkan Warsh untuk menjabat selama empat tahun di pucuk pimpinan bank sentral paling berpengaruh di dunia itu dinilai secara luas sebagai keinginan Trump buat mengubah kebijakan moneter AS.
Tapi, dengan banyak investor yang kini memprediksi suku bunga bakal naik tahun ini akibat kenaikan biaya, Warsh punya tugas berat buat mengarahkan The Fed memenuhi mandat ganda, yaitu jaga stabilitas harga dan dorong lapangan kerja semaksimal mungkin.
“Saat kita mengejar tujuan itu dengan bijaksana dan jelas, dengan independensi dan keteguhan, maka inflasi bisa lebih rendah, pertumbuhan lebih kuat, pendapatan riil lebih tinggi, dan Amerika bisa jadi lebih makmur; serta yang nggak kalah penting, posisi Amerika di mata dunia jadi lebih aman,” kata Warsh waktu upacara pelantikan di Gedung Putih.
Buat jalanin misi itu, Warsh bertekad bakal memimpin Bank Sentral yang orientasinya ke reformasi, belajar dari keberhasilan dan kesalahan masa lalu, keluar dari kerangka dan model yang statis, serta junjung tinggi standar integritas dan kinerja yang jelas.
“Hari ini kebali lagi saya ke institusi yang sangat saya hargai,” ujar Warsh.
Pergantian pimpinan Bank Sentral ini terjadi saat AS masih berperang lawan Iran, yang udah dimulai sejak akhir Februari lalu, sehinga bikin harga energi melonjak dan makin mengacaukan prospek inflasi.
Warsh gantiin Jerome Powell, yang berulang kali dikritik Trump karena nggak ngikutin desakannya buat nurunin biaya pinjaman.
Sejak mulai menjabat presiden di periode kedua pada Januari 2025, Trump terus tekan Powell biar potong biaya pinjaman, sementara bermunculan kritikan soal langkah itu yang peringatkan bisa melemahkan kemandirian The Fed.
Menu Makan Bergizi Gratis Ternyata Sudah Dipengaruhi Ajaran Obat dan Puasa. Benarkah?
Lainnya