Presiden Amerika Donald Trump membentuk Dewan Perdamaian dan mengundang banyak negara, termasuk Indonesia, untuk bergabung. Foto/White House
JAKARTA – Presiden AS Donald Trump telah mengundang puluhan pemimpin dunia buat bergabung dengan inisiatif "Dewan Perdamaian" miliknya. Lembaga ini diklaim bertujuan menyelesaikan konflik global, tapi beberapa diplomat bilang ini bisa mengganggu kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sementara sekutu tradisional AS ada yang merespon hati-hati atau bahkan menolak, negara-negara lain yang punya hubungan tegang dengan Washington—seperti Belarusia—justru menerima undangan tersebut.
Apa Itu Dewan Perdamaian Bentukan Trump?
Trump pertama kali usul soal Dewan Perdamaian ini pada September lalu, saat dia umumkan rencana akhiri perang Gaza. Mandat dewan ini nantinya akan diperluas buat tangani konflik lain di seluruh dunia.
Menurut draf piagam yang dilihat Reuters, Presiden AS akan jadi ketua pertama dewan dan bertugas promosikan perdamaian serta coba selesaikan konflik.
Masa jabatan anggota dibatasi tiga tahun, kecuali mereka bayar USD 1 miliar (sekitar Rp16,9 triliun) per negara untuk dana kegiatan dewan dan dapat keanggotaan tetap.
Gedung Putih sudah tunjuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, mantan PM Inggris Tony Blair, serta menantu Trump, Jared Kushner, sebagai anggota Dewan Eksekutif pendiri.
Negara Mana Saja yang Terima Undangan Trump?
Pejabat senior Gedung Putih bilang, sekitar 35 pemimpin dunia sudah komitmen gabung dari total 50 undangan yang dikirim.
Negara-negara itu termasuk sekutu Timur Tengah AS seperti Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Qatar, dan Mesir. Anggota NATO Turki dan Hongaria, yang pemimpinnya punya hubungan baik dengan Trump, juga setuju ikut, begitu juga Maroko, Pakistan, Indonesia, Kosovo, Uzbekistan, Kazakhstan, Paraguay, dan Vietnam.
Negara lain yang terima undangan termasuk Armenia dan Azerbaijan, yang capai kesepakatan perdamaian lewat mediasi AS Agustus lalu setelah ketemu Trump di Gedung Putih.