loading…
Khotbah Jumat kali ini, yang bertepatan dengan hari terakhir Ramadan dan menyambut Idulfitri, membahas tentang tanda-tanda dan ciri-ciri orang yang sukses di bulan suci Ramadan. Khotbah ini diharap bisa jadi bahan muhasabah dan penyemangat untuk kita agar tetap rajin melakukan amal saleh walaupun bulan Ramadan sudah berlalu. Foto ilustrasi/ist
Khotbah Jumat ini mengupas tanda dan ciri orang sukses di bulan suci Ramadan. Diharapkan, khotbah ini dapat menjadi bahan introspeksi dan motivasi agar kita tetap bersemangat beramal saleh meski Ramadhan telah pergi. Berikut pesan khotbah Jumat yang dilansir dari MUI digital:
Khotbah I[َarabOpen]للهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا ِلإِتْمَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَأَعَانَناَ عَلىَ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَجَعَلَنَا خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ للِنَّاسِ. نَحْمَدُهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَهِدَايَتِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحُسُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ شَهْرُ رَمَضانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّناتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Allahu Akbar, wa lillahilh hamd!
Lebaran atau Idulfitri sebentar lagi datang, dan biasanya dirayakan dengan suka cita oleh umat Islam di mana-mana. Gema takbir berkumandang di malam harinya, kadang disertai pawai keliling.
Di pagi hari, kebanyakan orang memakai pakaian baru, menikmati hidangan spesial, dan bersiap-siap bersilaturahmi ke keluarga atau pergi ke tempat wisata. Umat Islam merayakan momen yang sering disebut sebagai “hari kemenangan”. Tapi, menang atas apasih sebenarnya?
Jamaah Jumat hafidhakumullah!
Idulfitri datang setelah umat Islam menjalankan ibadah puasa wajib sepanjang bulan Ramadan. Selama bulan suci itu, mereka menahan lapar, haus, hubungan intim, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa dari subuh sampai maghrib.
Secara bahasa, shaum (puasa) punya arti yang sama dengan imsak, yaitu menahan. Ramadan adalah ajang latihan untuk menahan diri dari godaan duniawi yang bisa bikin kita lupa. Latihan ini diwujudkan dengan larangan melakukan hal-hal yang biasanya halal, seperti makan dan minum.
Ini adalah proses pendewasaan diri. Tujuannya: kalau manusia bisa menahan diri dari yang halal aja, seharusnya lebih mudah untuk menahan diri dari yang haram. Puasa itu ibarat ujian nasional bagi pelajar. Selama seminggu itu, murid-murid didorong belajar lebih giat, mengurangi main, dan menghindari hal-hal yang bisa ganggu konsentrasi ujian.
Ramadan tentu lebih dari sekadar latihan. Ia adalah sarana pembentuk karakter sekaligus waktu dimana rahmat (rahmah), ampunan (maghfirah), dan pembebasan dari api neraka (itqun minan nâr) dilimpahkan. Ibadah sunnah diganjar seperti ibadah wajib, sementara ibadah wajib pahalanya dilipatgandakan.
Seperti siswa yang dapat rapor setelah ujian, begitu juga orang yang berpuasa. Setelah melalui bulan yang penuh berkah, umat Islam berhak dapat hasilnya. Apa hasil itu? Jawabannya adalah gelar “takwa”, seperti yang disebut dalam Surat Al-Baqarah ayat 183:
[َarabOpen]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَعَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ