Cadangan Beras Indonesia Capai Rekor Tertinggi Saat Presiden Lakukan Pemeriksaan Mendadak

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada di sekitar 4,8 juta ton per April 2026, tertinggi sepanjang sejarah. Jakarta (ANTARA) – Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melakukan inspeksi mendadak di kompleks gudang perusahaan logistik negara Bulog di Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (18 April) untuk memeriksa stok beras.

“Bapak Presiden tidak mengandalkan laporan tertulis; beliau ingin meninjau langsung stok beras yang tersimpan di gudang,” kata Sudaryono dalam keterangan yang dikutip di Jakarta pada Minggu.

Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa kunjungan dadakan ini bertujuan untuk “memastikan bahwa stok pangan benar-benar memadai dan siap didistribusikan ke masyarakat saat diperlukan” sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah risiko krisis yang mengancam akibat ketegangan geopolitik global.

Sudaryono menekankan bahwa dia dan presiden telah memastikan kompleks gudang, yang mampu menyimpan hingga 7.000 ton beras, dalam keadaan penuh, yang mencerminkan pasokan yang cukup untuk publik.

Dia menambahkan bahwa tren serupa terlihat di gudang-gudang Bulog lainnya di berbagai daerah, termasuk di Makassar dan Bone di Sulawesi Selatan.

Indonesia telah menyaksikan produksi beras yang kuat selama setahun terakhir, lanjutnya, mencatat bahwa output 2025 naik 13,29 persen setelah ekspansi lahan sawah serta kebijakan dan program pemerintah yang mendukung.

“Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada di sekitar 4,8 juta ton per April 2026, yang tertinggi dalam sejarah,” ujarnya, menyampaikan optimisme tentang stabilitas pasokan dan harga yang berlanjut di seluruh negeri.

Dia menambahkan bahwa total pasokan beras diperkirakan mencapai sekitar 28 juta ton, yang terdiri dari cadangan CBP, perkiraan 12 juta ton yang sudah beredar, dan 12 juta ton lainnya yang diharapkan dari panen mendatang.

MEMBACA  Empat Dokumen Penting Belum Diserahkan KPU DKI, Termuat Ijazah SD hingga SMA Jokowi

“Jumlah ini setara dengan pasokan untuk 11 bulan,” tegas Sudaryono.

Wakil menteri itu juga mengatakan pemerintah terus berupaya memperkuat ketahanan pangan, termasuk menugaskan Bulog untuk menyerap setidaknya empat juta ton beras domestik pada 2026—naik dari tiga juta ton tahun lalu.

Sudaryono mencatat bahwa pemerintah mengalokasikan Rp16,5 triliun (hampir US$1 miliar) pada 2025 untuk mendukung peran Bulog, serta menambahkan bahwa kebijakan harga dirancang untuk melindungi baik petani maupun konsumen.

Tinggalkan komentar