loading…
Bupati Muara Enim Edison. Foto: Arif Julianto
JAKARTA – Bupati Muara Enim Edison melakukan suap buat mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein bilang, BPK nemuin nilai yang melampaui batas materialitas di Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) keuangan Pemkab Muara Enim dalam pengadaan smart TV.
Temuan itu dianggap bisa ganggu opini WTP yang sebelumnya udah didapet Pemkab Muara Enim pada 2025. “Jadi tahun sebelumnya kalo gak salah, Kabupaten Muara Enim itu opininya WTP. Jadi jangan sampe ini gak WTP, gitu,” kata Taufik waktu konpers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (11/6/2026).
Atas hal itu, Edison kemudian nyuruh anak buahnya untuk nemuin pihak-pihak yang bisa ngondisikan hal tersebut. Salah satunya Augusz Dewanggara alias Angga (ANG) sebagai pihak swasta yang kemudian dia minta fee Rp1,6 miliar untuk pengondisian itu.
Baca juga: Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK