BNPB mendorong daerah bersiap hadapi krisis air akibat El Niño selama 11 bulan

BNPB mendorong pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk bersiap menghadapi potensi krisis air bersih. Hal ini karena musim kemarau tahun ini, yang diperkuat oleh fenomena El Niño, diperkirakan berlangsung hingga 11 bulan.

Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan dalam pernyataannya pada Jumat (3 Juli 2026) bahwa suhu tinggi dan curah hujan yang sangat berkurang akibat anomali iklim ini bisa mengganggu pasokan air bersih di banyak daerah.

“Menurut BMKG, Indonesia bisa mengalami El Niño yang panjang dari Juli 2026 hingga Mei 2027,” katanya saat meresmikan jaringan pipa air bersih di Desa Paten, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Menghadapi ancaman ini, Suharyanto meminta semua pemerintah kota dan kabupaten untuk segera mengidentifikasi dan memetakan daerah yang rawan kekeringan. Ia mencontohkan, Pemkab Magelang sudah mulai memetakan kawasan Perbukitan Menoreh yang selama ini rawan kekeringan.

Hasil pemetaan dari daerah-daerah nantinya akan menjadi dasar bagi strategi nasional pemerintah pusat dalam mengatasi kekeringan. “Hasil pemetaan ini akan memandu langkah mitigasi kami, termasuk di wilayah Menoreh Magelang, apakah dengan memperpanjang jaringan pipa air bersih atau membuat sumur dalam,” kata Suharyanto.

Untuk mendukung upaya mitigasi di seluruh Indonesia, pemerintah pusat siap memberikan bantuan dana melalui mekanisme dana siap pakai BNPB. “Rakyat tidak harus membawa jerigen air dan berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih. Kami mendorong pemerintah daerah untuk segera mengajukan proposal. Untuk tanggap darurat, Dana Siap Pakai BNPB bisa dicairkan dengan cepat, bahkan dalam waktu seminggu,” tambahnya.

MEMBACA  Tim krisis pemerintah Jerman akan membahas serangan Iran terhadap Israel.

Tinggalkan komentar