Jakarta (ANTARA) – Badan Narkotika Nasional (BNN) memperingatkan bahwa penyalahgunaan nitrous oxide, yang biasa disebut gas tertawa atau Whip Pink (N2O), sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kekurangan oksigen, kerusakan saraf permanen, bahkan kematian.
Kepala BNN Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto menyebutkan, di luar penggunaan medis, nitrous oxide sering disalahgunakan sebagai inhalan untuk menghasilkan euforia singkat, relaksasi, atau halusinasi ringan.
“Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan saraf permanen, defisiensi vitamin B12 parah, dan risiko kematian akibat kekurangan oksigen atau hipoksia,” kata Suyudi di Jakarta, Selasa.
Dia mendesak masyarakat untuk tidak pernah mencoba-coba gas tersebut, menekankan bahwa efek jangka pendek yang dirasakan menutupi risiko kesehatan serius dan berpotensi fatal.
Secara hukum, Suyudi menyatakan bahwa hingga awal tahun 2026, nitrous oxide tidak diklasifikasikan sebagai narkotika atau zat psikotropika di bawah Undang-Undang Narkotika tahun 2009.
Gas tersebut juga tidak tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan terbaru Nomor 7 Tahun 2025, yang menjadi acuan pembaruan narkotika terkendali, termasuk zat adiktif yang baru diidentifikasi.
Akibatnya, peredaran Whip Pink masih legal di Indonesia dan sulit untuk dituntut berdasarkan undang-undang narkotika, meskipun efeknya berbahaya.
Dia mengatakan tren global mengarah pada regulasi yang lebih ketat seiring meningkatnya kasus penyalahgunaan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.
“Di banyak negara, N2O semakin diatur dan bahkan diklasifikasikan sebagai obat terlarang bila digunakan untuk tujuan rekreasi,” ujar Suyudi.
Dia menyebut gas tertawa banyak dijual di pasar daring dan media sosial, sering kali disamarkan sebagai peralatan kuliner untuk membuat krim kocok.
Penyalahgunaan utamanya melibatkan tabung kecil nitrous oxide, atau whippits, yang dimaksudkan untuk penyemprot krim tetapi dipasarkan ke kaum muda atau individu yang mencari mabuk.
Dijual dengan nama yang mengaburkan fungsinya, gas ini biasa dipasarkan sebagai Whip Pink di media sosial dan dikaitkan dengan tren gaya hidup tertentu.
“Selain tabung kecil, N2O juga ditemukan dalam tangki yang lebih besar, yang memudahkan penyalahgunaan secara berkelompok,” tambah Suyudi.
Berita terkait: BNN menekankan pentingnya pencegahan narkoba melalui pendidikan
Berita terkait: RI serukan respons adaptif terhadap obat sintetis di sesi CND
Penerjemah: Agatha OV, Rahmad Nasution
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026