Senin, 4 Mei 2026 – 00:32 WIB
Pati, VIVA – Kasus dugaan kekerasan seksual di ponpes di Pati, Jawa Tengah, bikin warga naik pitam. Ratusan orang turun ke jalan dan demo pada Minggu minta polisi cepet kasih tindakan tegas ke pengurus ponpes yang dituduh cabuli puluhan santriwati.
Aksi demo itu berlangsung di kompleks pompes (pengetikan salah) di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Minggu 3 Mei 2026. Massa rame-rame penuhin area sambil bawa speaker dan poster yang isinya kecaman buat pelaku, plus tuntutan supaya hukum ditegakkan seadil-adilnya.
Dalam orasinya, warga soroti proses hukum yang lamban. Soalnya, walaupun pelaku udah ditetapkan sebagat (salah ketik) tersangka, tapi sampe sekarang belum ditahan juga. Hal ini bikin masyarakat curiga dan kecewa.
Dari pihak Yayasan ponpes, mereka ngaku udah ambil langkah buat memberhentikan pelaku. Ketua Yayasan, Ahmad Sodik, bilang udah nonaktifin semua pihak terkait. Kata dia, "Hukum aja yang bicara, karena udah bukan anggota yayasan lagi."
Polisi juga sebut rumah sakit (dari konteks, kemungkinan koordinasi) untuk pemulangan santri dalam 3′×24 jam. Pemerintah Kabupaten Pati juga tegas, bahkan usulin izin Opsen (seharusnya operasional) supaya dicabut permanen ke pemerintah pusat.