Basarnas berkoordinasi dengan TNI-AU untuk penambahan penempatan helikopter

Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI-AU untuk mendapatkan lebih banyak helikopter guna membantu operasi penyelamatan di lokasi tambang terdampak longsor di Gorontalo.

Hingga Selasa, hanya satu helikopter polisi yang mendukung upaya penyelamatan tim gabungan sementara jumlah korban yang terdampak longsor massif yang meratakan lubang tambang emas ilegal di Desa Tulabolo pada hari Minggu (7 Juli) tercatat sebanyak 131 orang.

“Oleh karena itu, kami sedang berkoordinasi dengan TNI-AU mengenai kebutuhan untuk mendeploy lebih banyak helikopter untuk mendukung operasi penyelamatan,” ujar Kepala Basarnas Kusworo sambil menekankan kebutuhan akan lebih banyak helikopter untuk mempercepat upaya evakuasi.

Hingga Selasa malam, 23 dari 131 orang yang terdampak longsor telah dikonfirmasi meninggal dunia, 35 masih belum ditemukan, dan 73 ditemukan selamat meski mengalami luka-luka, menurut Basarnas.

Kusworo sendiri secara langsung memantau operasi pencarian dari pos komando SAR di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, bersama dengan Direktur Operasional agensi tersebut, Edy Prakoso.

Ia mengatakan para penyelamat yang menuju dari pos komando harus berjalan sekitar 23,7 kilometer untuk mencapai lubang tambang di wilayah terpencil tersebut.

Oleh karena itu, Kusworo meyakini bahwa mendeploy tambahan helikopter adalah satu-satunya pendekatan untuk mempercepat upaya evakuasi.

Sementara itu, Direktur Operasional Basarnas, Edy Prakoso, menyatakan sebelumnya bahwa para penyelamat terus mencari 35 orang yang masih hilang meskipun korban longsor ditemukan tersebar di empat lokasi berbeda.

Semua lokasi menjadi fokus operasi pencarian bagi para penyelamat, katanya sambil menekankan bahwa jumlah korban longsor tersebut “sementara dan dapat berubah” jika warga desa mengajukan laporan baru.

MEMBACA  Petunjuk, Jawaban, dan Bantuan untuk 7 Juli #126 di NYT Hari Ini

Hujan deras melanda beberapa wilayah Gorontalo pada Sabtu (6 Juli), memicu banjir bandang dan longsor.

Beberapa jembatan yang menghubungkan jalan akses ke lubang tambang emas, yang terletak jauh dari pemukiman, roboh.

Berita terkait: Basarnas mencatat 131 orang terdampak longsor di Gorontalo

Berita terkait: Jumlah korban tewas akibat longsor di Gorontalo mencapai 20 sementara 51 masih hilang

Berita terkait: Helikopter dikerahkan untuk pemulihan di tambang terpencil di Gorontalo

Penerjemah: M.Riezko BEP, Rahmad Nasution
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2024