Jumat, 30 Januari 2026 – 17:15 WIB
Jakarta, VIVA – Ada kabar bagus buat para pekerja yang gajinya rendah dan mau meningkatkan skill. Pemerintah Singapura membuka akses tunjangan pelatihan yang nilainya besar banget lewat skema Workfare Skills Support Level Up. Pendaftarannya dibuka mulai 9 Februari buat pelatihan yang dimulai tanggal 1 Maret.
Baca Juga :
Lewat program ini, pekerja yang memenuhi syarat bisa dapet dukungan finansial yang signifikan buat ikut pelatihan jangka panjang. Buat pelatihan full-time, tunjangannya bisa mencapai S$18.000 per tahun, kira-kira setara Rp234 juta (asumsi kurs Rp13.000 per dolar Singapura).
Sementara itu, peserta pelatihan paruh waktu bisa terima hingga S$3.600 per tahun, atau sekitar Rp46,8 juta. Program ini adalah bagian dari kebijakan anggaran Singapura yang fokus buat ningkatin keterampilan tenaga kerja berupah rendah.
Baca Juga :
Ilustrasi kabut asap di Singapura
Pemerintah menilai, kelompok pekerja ini paling rentan kena dampak perubahan teknologi, otomatisasi, dan transformasi industri. Makanya mereka perlu dukungan ekstra biar tetap kompetitif di pasar kerja.
Baca Juga :
Perbandingan Gaji Layvin Kurzawa di Persib Bandung vs PSG
“Skema Level Up ini menarget pekerja usia 30 tahun ke atas dengan penghasilan sampai S$3.000 per bulan (sekitar Rp39 juta). Dukungannya berlaku untuk pelatihan jangka panjang kayak Nitec, diploma, gelar sarjana, sampe program transisi karier yang dirancang buat bantu pekerja pindah sektor,” tulis laporan Channel News Asia, seperti dikutip hari Jumat, 30 Januari 2026.
Kelebihan lain dari program ini adalah fleksibilitas durasi dukungannya. Pekerja yang memenuhi syarat bisa terima bantuan hingga 24 bulan pelatihan sebelum usia 40 tahun, dan ditambah 24 bulan lagi setelah usia 40 tahun. Artinya, total dukungannya bisa mencapai empat tahun pelatihan jangka panjang. Kriteria kelayakan program Level Up ini sama aja kayak skema Workfare Skills Support Basic. Tujuan utamanya ya buat bantu pekerja bergaji rendah meningkatkan keterampilan, memperbaiki prospek pendapatan, dan dapet stabilitas karier yang lebih baik di masa depan.
9 Jam Sehari Konsumsi Konten Ekstremis, Bocah Singapura Jadi Pendukung Fanatik ISIS
Bocah laki-laki di Singapura diketahui melakukan radikalisasi diri secara daring melalui ideologi ekstremis ISIS, melalui konten medsos dan game online
VIVA.co.id
29 Januari 2026