Minggu, 12 April 2026 – 01:08 WIB
Manado – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi, meskipun terjadi krisis geopolitik di Timur Tengah saat ini.
“Pemerintah berusaha supaya harga BBM dan LPG subsidi di Indonesia tidak naik. Kami terus mencari solusi,” ujar Bahlil setelah membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara di Manado, Sabtu (11/4/2026).
Dia menyampaikan, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya swasembada energi dan pangan, dirinya sebagai Menteri ESDM ditugaskan untuk mencapai target tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan sehingga impor BBM dan LPG bisa dikurangi.
“Kita akan manfaatkan sumber daya alam yang ada, agar swasembada energi bisa terwujud,” katanya.
Stok nasional dinyatakan aman: BBM cukup untuk 20 hari ke depan dan LPG untuk 10 hari ke depan. Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga BBM subsidi dan LPG 3 kg untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Kebutuhan BBM Indonesia diperkirakan sekitar 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari pada periode 2024-2026. Konsumsi didominasi bensin (sekitar 100 ribu KL/hari) dan solar (sekitar 111 ribu KL/hari) di tahun 2026.
Sayangnya, produksi BBM dalam negeri hanya sekitar 600 ribu barel per hari, sehingga ketergantungan pada impor masih tinggi. Lebih dari 59% kebutuhan BBM nasional dipenuhi dari impor, terutama dari Singapura dan Malaysia. (ant)