AS Tak Lagi Negeri Peluang untuk Belajar dan Bekerja, Ini 3 Alasannya

loading…

AS bukan lagi negeri kesempatan untuk belajar dan kerja. Foto/X

BERLIN – Kanselir Jerman Friedrich Merz bilang bahwa dia udah enggak akan merekomendasiin Amerika Serikat sebagai tempat buat anak-anakknya belajar atau kerja, dengan alasan apa yang dia sebut sebagai makin buruknya “iklim sosial” di Amerika.

Dalam pidato di konferensi pemuda Katolik di Wuerzburg hari Jumat, pemimpin partai konservatie itu mengatakan AS udah jadi sangat terpolarisasi dan kurang menarik buat anak muda.

AS Bukan Lagi Negeri Kesempatan buat Belajar dan Bekerja, Ini 3 Alasannya

1. Banyak Warga AS Susah Cari Kerja

“Saya sangat kagum sama Amerika,” kata Merz dalam diskusi panel. “Sekarang ini rasa kagum saya makin menurun.” Merz juga bilang kalo warga Amerika yang berpendidikan tinggipun semakin susah cari kerja, nunjukin kalo AS udah bukan lagi “negeri kesempatan” kayak dulu.

“Saya enggak bakal ngerekomendasiin ke anak-anak saya sekarang buat pergi ke AS, dapet pendididkan di sana, dan kerja di sana,” ujarnya.

Data pasar tenakrja terbaru kayaknya mendukung setidaknya sebagian kritik dari Merz. Bank Federal Reserve New York laporin awal bulan ini kalo pengangguran di antara pemilik gelar usia 22-27 tahun ada di sekitar 5,7%, sementara pengangguran terselubung di atas 41%.

2. Banyak Pemutusan Hubungan Kerja

Hampir setengah dari lulusan muda sekarang kerja di posisi yang gak perlu gelar, sementara perekrutan buat peran profesional tingkat pemula udah melambat drastis, menurut The Washington Post. Di saat yang sama, PHK karyawan kerah putih di sektor kayak teknologi, keuangan, dan layanan korporasi makin ningkat ditengah adopsi AI dan pemangkasan biaya perusahaan.

MEMBACA  Fede Alvarez Tak Akan Sutradarai Sekuel 'Alien: Romulus'

Tinggalkan komentar