Anggota DPR Dorong Kampus Aman Usai Meninggalnya Mahasiswa

Jakarta (ANTARA) –
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati mengingatkan bahwa negara harus hadir untuk melindungi mahasiswa dan memastikan kampus menjadi ruang aman, termasuk dari ancaman kekerasan seksual.

“Kasus ini sangat memprihatinkan dan harus ditangani serius. Kekerasan seksual di kampus adalah kejahatan yang serius. Negara harus hadir untuk melindungi mahasiswa dan memastikan kampus menjadi ruang yang aman bagi segenap sivitas akademika,” kata Mufidayati pada Jumat.

Pernyataan itu disampaikannya menanggapi kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang mahasiswi di Universitas Negeri Manado. Kasus tersebut diduga melibatkan seorang dosen, dengan korban dilaporkan mengalami depresi dan akhirnya meninggal dunia.

Menurut dia, kasus ini telah merugikan dunia pendidikan dan merusak rasa aman mahasiswa di lingkungan kampus.

Ia menekankan bahwa perguruan tinggi semestinya menjadi ruang yang aman dan bermartabat serta menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Dugaan kekerasan seksual, apalagi yang dilakukan oleh oknum berkuasa, merupakan penyalahgunaan wewenang yang tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apapun.

Dia menyoroti bahwa ketimpangan kuasa antara dosen dan mahasiswa sering menempatkan korban dalam posisi rentan, membuat mereka enggan melaporkan karena takut menghadapi dampak akademis atau sosial.

Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus harus lebih dari sekadar tindakan simbolis atau administratif, dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh serta fokus pada perlindungan korban.

Mufidayati juga menekankan pentingnya implementasi konkret kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi, termasuk memperkuat satuan tugas kampus agar bekerja independen, profesional, serta dengan jaminan kerahasiaan dan keamanan korban.

Lebih lanjut ditekankannya, kampus tidak boleh menutupi kasus kekerasan seksual dengan dalih menjaga reputasi institusi. Sebaliknya, kampus harus berpihak pada korban dan memastikan mereka dapat melanjutkan pendidikan di institusi yang sama.

MEMBACA  Wakil Presiden Antisipasi Kesuksesan Berkelanjutan Usai Indonesia Kalahkan China

Berita terkait: Tidak ada pembenaran untuk kekerasan seksual: Menteri
Berita terkait: Menteri mendorong kampus menjadi ruang aman setelah perundungan

Penerjemah: Tri, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar