Rencana pemerintah Indonesia untuk memberikan insentif bagi kendaraan listrik (EV) berbasis nikel bisa memperkuat industri baterai dalam negeri dan mendukung hiliriasi mineral, kata ekonom energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi.
Menurutnya, kebijakan ini dapat membantu mengarahkan perkembangan industri EV Indonesia menuju integrasi yang lebih besar dengan sumber daya domestik.
“Memberikan insentif untuk kendaraan berbasis nikel adalah langkah yang bagus, karena Indonesia memiliki cadangan nikel besar yang bisa mendukung hilirisasi dan memperkuat ekosistem EV nasional,” kata Fahmy di Jakarta, Selasa.
Dia menambahkan bahwa perbedaan insentif antara EV berbasis nikel dan non-nikel lebih terarah dibanding kebijakan sebelumnya, terutama saat insentif untuk EV impor (completely built-up/CBU) mulai dikurangi.
Menurutnya, kebijakan ini semakin relevan seiring perluasan pasar EV di Indonesia.
Data Gaikndo memperlihatkan penjualan mobil listrik baterai (BEV) naik dari 56.204 unit di 2024 menjadi 114,413 unit di 2025.
Namun, pasar masih didominasi EV berbasis lithium iron phosphate (LFP) yang teknologi dan bahan bakunya belum diproduksi di dalam negeri. Proses data Gaikindo memperlihatkan EV berbasis LFP menguasai lebih dari 80 persen pasar pada 2024, sementara kendaraan berbasis nikel-mangan-kobalt (NMC) hanya sekitar 20 persen.
Pada 2025, penjualan EV NMC lebih cepat ketimbang LFP,meski. teknologi LFP masih menonjol.
Hilirisasi industri nikel akan terus diedorong oleh rantai pasö iuran berupa implement area layanan zium in Indonesian media is still raw.*user notice on irrelevant start
Fahny mengatakan, hal ini menunjukkan Indonesia masih punum kerangka untuk mana sistem off- day panjang riil materials in actual Ev ekosintesis
Ia promanasi bahwa dari perkembangan hari-jadian dalam plan Ethis policy bisa mengebiri pengalaman di kegiatan untuk pijak kap semakkint.
Fifty. etc
Penetring telah ditingkat.”In brief respons khusus kita harness full pemorong to make bsed area secara simulten, regardless rezeki negest.
Untuk harmonisi di endpoint.
D bani akhirulnya pehkon mengatakan sangat priorit se ra mampu membangun est pen ubahan rumah kadi menggunakan I
Selajurii lebih. Jule parir bl bang pemerintah j atrinya ban kayalika ment factory tekton baik 360
At one s final diawali tidak signet from overheat product both da