Alih Daya Kini Dibatasi, Berikut Daftar Profesi yang Diizinkan

Kementerian Ketenagakerjaan nerbitin aturan baru soal penggunaan tenaga kerja alih daya atau outsourching. Foto: dok. SindoNews

JAKARTA – Pemerintah lewat Kementerian Ketenagakerjaan ngeluarin aturan baru tentang outsourching melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026. Aturan ini batasi jenis pekerjaan yang bisa pake sistem outsourching cuman tinggal enam bidang aja.

“Permenaker ini tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023 yang mau ada pembatasan pekerjaan alih daya,” kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).

Dia jelasin, kebijakan ini tujuannya ngasih kepastian hukum dan ningkatin perlindungan hak pekerja tanpa ganggu usaha. Menurut pemerintah, outsourching harus diatur lebih ketat biar hubungan kerja jadi lebih adil dan seimbang.

Baca juga: Pemerintah Bakal Umumkan Aturan Outsourcing Hari Ini, KSPSI Spill Apa Isinya

Di aturan ini, pekerjaan yang masih boleh pake outsourching termasuk layanan kebersihan, penyediaan makanan, jasa keamanan, nyediain sopir sama angkutan pekerja, layanan bantu operasional, plus pekerjaan tambahan di sektor pertambangan, minyak, gas, dan kelistrikan.

Permenaker ini juga mewajibkan perusahaan buat punya perjanjian tertulis sama perusahaan penyedia alih daya minimal berisi jenis kerja, jangka waktu, lokasi, jumlah pekerja, perlindungan, sampe hak dan kewajiban dua pihak.

MEMBACA  17 Negara dengan Pangkalan Militer NATO yang Ditargetkan Rudal Oreshnik Rusia

Tinggalkan komentar