Jenazah Diplomat AS Ditemukan di Myanmar, Perempuan Thailand Jadi Tersangka Berita Kriminal

Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi kematian tersebut, namun menolak memberikan informasi lebih lanjut tentang kematian orang itu di Yangon.

Seorang diplomat Amerika Serikat ditemukan tewas di kota terbesar Myanmar, menurut Departemen Luar Negeri AS, dan tiga anggota komunitas diplomatik di Yangon mengatakan seorang perempuan Thailand telah ditahan oleh polisi sehubungan dengan penyelidikan.

Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi kepada Kantor Berita Associated Press pada Rabu bahwa seorang diplomat AS yang bertugas di Kedutaan Besar AS di Yangon telah meninggal. Departemen tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang keadaan sekitar kematian orang itu atau penyebabnya.

Rekomendasi Bacaan

  • item 1
  • item 2
  • item 3

“Demi menghormati privasi keluarga dan orang-orang terkasih, kami tidak memiliki informasi lebih lanjut untuk diberikan saat ini,” katanya.

Menurut tiga orang di komunitas diplomatik di Myanmar, yang berbicara kepada Associated Press dengan syarat anonimitas karena mereka tidak berwenang membahas kasus ini, polisi Myanmar memperlakukan kematian ini sebagai kemungkinan pembunuhan.

Mereka mengatakan orang itu ditemukan tewas dua minggu lalu di sebuah hotel sekitar 1,5 kilometer (satu mil) dari Kedutaan Besar AS.

Fasilitas dengan sewa jangka panjang itu populer di kalangan diplomat, pebisnis, dan pengunjung internasional lainnya.

Polisi Myanmar belum memberikan komentar publik tentang kasus ini.

Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan telah memberikan bantuan konsuler kepada perempuan dalam tahanan itu dan memberitahu keluarganya, namun menolak berkomentar lebih lanjut.

Situasi di Myanmar

Myanmar sedang mengalami perang sipil yang dimulai lebih dari lima tahun lalu ketika pemerintahan terpilih secara demokratis digulingkan dalam kudeta militer.

Kepemimpinan militer yang sekarang memerintah Myanmar diperikarakan hanya menguasai 21 persen negara itu setelah bertahun-tahun bertempur melawan kelompok bersenjata etnis dan pasukan pro-demokrasi.

MEMBACA  Posting TikTok yang salah mengklaim bahwa Odinga dari Kenya mundur dari perlombaan ketua AU

Lebih dari 96.000 orang telah tewas, menurut pemantau internasional Armed Conflict Location and Event Data Project (ACLED). Setidaknya 3,6 juta telah mengungsi, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut.

Pada bulan April, mantan pemimpin Aung San Suu Kyi dipindahkan ke tahanan rumah setelah Presiden Min Aung Hlaing memberikan pengampunan dan merubah hukuman bagi ribuan tahanan. Suu Kyi, berusia 80 tahun, masih memiliki 13 tahun masa penahanan tersisa.

Tinggalkan komentar