Akal Bulus Kiai Ashari Perdaya Santriwati, Sengaja Tak Miliki Kamar Tetap!

Minggu, 10 Mei 2026 – 19:30 WIB

Pati, VIVA – Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan Kiai Ashari kembali mengungkap fakta baru. Dari pengakuan beberapa korban dan keluarga santri, terlihat berbagai cara yang diduga dipakai pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, untuk melancarkan aksinya terhadap para santriwati.

Salah satu hal yang paling disorot adalah kebiasaan Ashari yang sengaja tidak punya kamar tidur tetap di lingkungan pesantren. Ia sering pindah-pindah kamar sesuai keinginannya, sehingga gampang manggil santriwati untuk menemaninya di malam hari. Scroll yuk buat tahu cerita lengkapnya!

Fakta itu diungkap dalam podcast Denny Sumargo lewat kesaksian Tari, salah satu korban sekaligus anak dari Pak Di, pria yang disebut ikut merintis pembangunan pondok pesantren tersebut.

"Kalo kamarnya Pak Kiai itu tidurnya ganti-ganti, enggak menetap. Dulu Pak Kiai enggak punya tempat tetap, enggak punya. Tidurnya ya sesuai keinginannya gitu," jelas perempuan 20 tahun itu, dikutip Minggu 10 Mei 2026.

Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari

Menurut keterangan keluarga korban, tersangka punya pola tertentu dalam milih santriwati yang dipanggil buat nemenin. Salah satu modusnya adalah minta dipijat pas malam hari.

Pak Di mulai curiga setelah lihat tersangka sering ganti santriwati yang diminta mijit. Kalo merasa enggak cocok sama satu santri, Ashari disebut cari alesan biar perempuan itu diganti sama yang lain.

"Ketika dia, itu enggak cocok sama yang satu, alasannya pijatannya kurang enak," ungkap Pak Di sambil jelasin alibi tersangka.

Enggak cuma itu, Tari juga ngungkap kalo tersangka diduga milih korban berdasarkan penampilan fisik. Bahkan, Tari pernah nanyain kenapa santriwati tertentu enggak pernah dipanggil buat nemenin atau mijit Kiai.

MEMBACA  Kremlin Tetap Diam tentang Apakah Putin Akan Bertemu dengan Zelensky

"Kenapa sih mbak ini, yang kurang… maaf ya, kurang cantik lah gitu, kok enggak pernah disuruh? Ya disuruh kaya saya gini, mijit atau nemenin tidur atau apa. Terus jawabannya Pak Kiai, ‘ya orang itu udah manut, udah enggak ada penyakit’," tutur Tari sambil niru ucapan pelaku.

Dalih penyembuhan spiritual juga jadi salah satu cara tersangka pengaruhi para santriwati. Banyak korban milih diem karena takut dan merasa tertekan. Mereka diancam bisa putus sanad ilmu kalo nolak perintah Kiai.

Halaman Selanjutnya: Meski begitu, Tari ngaku punya cara sendiri buat hindari hal-hal buruk pas disuruh nemenin Ashari tidur. Ia tetap jaga dan pura-pura tidur semalaman.

Tinggalkan komentar