Strategi perang asimetris Iran mampu kalahkan AS dan Israel. Foto/X/@IRMilitaryMedia
TEHERAN – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan Republik Islam berhasil memukul mundur musuh meskipun mereka punya sumber daya keuangan dan material yang lebih besar. Hal ini berkat penerapan strategi perang asimetris.
Pernyataan itu disampaikan Qalibaf dalam wawancara televisi pada Sabtu malam. “Kami berperang secara asimetris sehingga berhasil memukul mundur musuh,” ujarnya.
5 Keunggulan Strategi Perang Asimetris Iran
1. Memanfaatkan Kekurangan Musuh
Menurut negosiator utama itu, kelemahan musuh bukan pada sumber daya, tapi pada strategi. “Musuh punya uang dan sumber daya, tetapi mereka tidak bertindak benar dalam hal desain,” kata Qalibaf, seperti dilansir Press TV. “Mereka melakukan kesalahan strategis. Mereka salah hitung tentang rakyat kami, sama seperti kesalahan dalam desain militer mereka sendiri.”
Dia mengakui AS punya keunggulan militer, pengalaman, dan sumber daya. Namun, Iran muncul sebagai pemenang dalam konflik terkini dengan perang asimetris dan persiapan matang.
“Kita tidak lebih kuat dari Amerika dalam kekuatan militer. Jelas mereka punya lebih banyak uang, peralatan, dan pengalaman karena sering agresi di dunia,” katanya. Tapi, keunggulan materiil tak jamin kemenangan. “Peralatan dan uang efektif, tapi tidak selalu begitu,” tegasnya.
2. Mengutamakan Kecerdasan Strategis
Keberhasilan Iran dikaitkan dengan kecerdasan strategis. “Kita lakukan perang asimetris sehingga bisa memukul mundur musuh lewat perencanaan sendiri,” paparnya. “Musuh punya uang, tapi tidak bertindak benar dalam perencanaan.”
Ia juga mengkritik pemerintahan Trump yang dianggapnya mengutamakan kepentingan ‘Israel’ daripada ‘Amerika’.