loading…
BPBD Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dimulai pada hari ini, Jumat (16/1/2026) hingga 20 Januari 2026 mendatang. Foto/BPBD DKI Jakarta
**JAKARTA** – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta telah memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari hari ini, Jumat (16/1/2026) sampai tanggal 20 Januari 2026. Operasi ini adalah langkah antisipatif untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta.
Kegiatan OMC ini dilakukan oleh BPBD DKI Jakarta bersama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara. Pusat operasinya berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat jenis CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa, menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC hari pertama melibatkan dua sorti penerbangan. Total bahan semai yang digunakan adalah 1,6 ton Natrium Klorida (NaCl) atau garam, yang disebar di wilayah udara perairan Selat Sunda.
“Pada sorti pertama, sebanyak 800 kilogram NaCl disemai pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan,” ujar Isnawa dalam pernyataannya.
“Sorti kedua dilaksanakan antara pukul 15.40 sampai 17.30 WIB pada ketinggian 9.000 kaki, dengan jumlah bahan semai yang sama, yaitu 800 kilogram NaCl,” tambahnya.
Operasi ini bertujuan untuk memodifikasi cuaca guna mengurangi risiko banjir di Jakarta dengan cara menebar garam di awan-awan sebelum sampai di wilayah ibu kota.