Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa koperasi adalah wujud nyata ekonomi kerakyatan di Indonesia. Ia menekankan bahwa koperasi harus menjadi alat untuk memberdayakan masyarakat miskin dan tertinggal.
“Bapak dan ibu sekalian, koperasi adalah alat bagi rakyat yang lemah, alat bagi orang miskin. Seperti seikat sapu lidi, sendiri-sendiri memang lemah, tapi kalau bersatu menjadi kuat,” kata Prabowo dalam acara Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta, Minggu (12 Juli).
Prabowo meyakinkan bahwa pemerintahannya terus berusaha menggerakkan ekonomi dengan menghidupkan gerakan koperasi di seluruh Indonesia lewat program Koperasi Desa dan Koperasi Merah Putih (KDMP). Hingga kini, hampir 16 ribu unit koperasi sudah dibangun.
Ia menegaskan bahwa memperkuat koperasi tidak akan mengganggu pelaku ekonomi lain, justru akan menciptakan ekosistem yang inklusif bersama perusahaan swasta, BUMN, BUMD, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Program KDMP, menurut Prabowo, adalah cara untuk mendorong pertumbuhan yang merata dengan memberdayakan masyarakat desa di seluruh negeri.
“Ekonomi kita akan bangkit dari desa, dari kecamatan, dari kabupaten. Uang harus tinggal dan berputar di sana,” ujarnya sambil menegaskan komitmennya supaya kekayaan nasional tidak lari ke luar negeri.
Setiap KDMP dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang menyediakan pinjaman, tabungan, kebutuhan pokok, obat-obatan, dan jasa logistik.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, juga mengatakan hal yang sama. Ia menyoroti peran strategis koperasi saat ini untuk memperluas akses keuangan, memperkuat usaha warga, mendorong produk unggulan lokal, dan membuka peluang ekonomi sampai ke tingkat desa.
Ia menambahkan bahwa Kementeriannya terus berkomitmen untuk mempererat sinergi dengan kementerian lain, lembaga negara, pemerintah daerah, dan semua pemangku kepentingan, supaya program KDMP berjalan seiring dengan program pemberdayaan masyakat demi meningkatkan kesejahteraan.
“Dengan semangat koperasi dan gotong royong, memperkuat koperasi diharapkan bisa menciptakan masyakat yang lebih mandiri, lebih produktif, dan sejahtera,” kata Iskandar.