Bull Run Berikutnya Bisa Dipicu oleh Pengisian Kembali Stok

Timur Tengah kembali menjadi pusat perhatian pasar energi global karena konflik militer baru yang melibatkan Iran. Namun, pasar harus sadar bahwa situasi kali ini berbeda. Berbeda dengan krisis sebelumnya, dunia memasuki fase baru dengan jaring pengaman strategis yang jauh lebih lemah.

Saat ini, harga minyak mentah masih bisa naik atau turun karena berita tentang operasi militer, insiden pengiriman kapal, dan pernyataan diplomatik. Tapi sudah saatnya pasar tidak lagi mengabaikan dampak struktural dari bulan-bulan terakhir. Cadangan darurat dunia telah habis terkuras. Pada fase pertama krisis Iran, harga dan pasokan minyak masih bisa dikendalikan karena negara-negara melepas cadangan minyak strategis (SPR), mengalihkan rute ekspor, dan permintaan di Asia yang melemah.

Sekarang kita berada di fase baru yang lebih berbahaya. Segalanya akan jauh lebih sulit karena pemerintah, perusahaan minyak, dan kilang harus mulai mengisi kembali cadangan mereka, sementara risiko geopolitik masih tinggi.

Perbedaan antara Fase I dan Fase II ini sangat penting. Selama puluhan tahun, guncangan geopolitik hanya diukur dari produksi yang hilang atau ekspor yang terganggu. Analis biasanya hanya menghitung berapa barel yang bisa hilang dari pasar, sambil mengecek apakah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, atau produsen lain memiliki kapasitas produksi cadangan yang cukup.

Cara ini masih relevan, tapi sekarang tidak cukup lagi. Dalam beberapa minggu dan bulan ke depan, pertanyaan paling penting bukan lagi soal barel yang hilang. Pertanyaan terbesarnya adalah: berapa banyak barel tambahan yang harus dibeli untuk mengembalikan ketahanan pasokan? Pasar sekarang bergerak dari kondisi penuh pelepasan darurat menuju ke kondisi keharusan mengisi ulang cadangan.

Peristiwa militer baru-baru ini semakin memperkuat analisa itu. Operasi militer AS yang baru melawan target Iran, diikuti balasan Iran terhadap kepentingan AS dan sekutunya di Teluk, jelas menunjukkan seberapa cepat ketegangan bisa mengancam perdagangan laut. Selat Hormuz belum ditutup dalam waktu lama, tetapi perusahaan pelayaran, penyewa kapal, dan perusahaan asuransi harus kembali menilai risiko operasional.

MEMBACA  Daftar properti baru di Inggris melonjak kembali karena penurunan suku bunga hipotek

Tarif angkutan kapal, premi risiko perang, dan perencanaan pelayaran sekarang sangat dipengaruhi oleh kondisi militer. Ini terjadi bahkan ketika minyak masih bisa diekspor seperti biasa. Pesan utamanya jelas: pasokan fisik tidak harus benar-benar hilang total supaya pasar jadi lebih ketat. Biaya untuk setiap barel minyak yang diangkut pasti naik, meskipun pasokan tetap ada, karena ketidakpastian terus berlangsung.

Amerika Serikat selama ini sangat mengandalkan cadangan minyak strategisnya (SPR) untuk meredam gangguan. Ini efektif meredam gejolak pasar jangka pendek, tapi secara mendasar sudah mengubah peran SPR itu sendiri. Dari yang tadinya stok darurat yang dipersiapkan untuk bencana besar, SPR sekarang jadi alat untuk campur tangan pasar. Akibat dari perubahan ini adalah, mengendalikan hari ini bisa menjadi penyebab permintaan yang naik besok.

Hal ini sering disalah-pahami. Belakangan ini, sebagian besar pelepasan SPR dilakukan melalui perjanjian tukar, bukan dengan penjualan langsung. Perusahaan yang mendapat pasokan minyak hari ini harus mengembalikan jumlah minyak yang sama nantinya, ditambah dengan minyak ekstra sebagai premi. Bahkan sih, kenyataannya transaksi ini lebih mirip pinjaman ketimbang penjualan permanen. Ini sangat efektif untuk menambah pasokan darurat, tapi juga menciptakan kewajiban membeli alias permintaan di masa depan. Setiap barel yang dipinjam harus dibeli kembali suatu hari nanti.

Ini akan berdampak besar pada neraca minyak mendatang. Saat ini sepertinya pasar menyambut pelepasan darurat SPR sebagai pasokan tambahan liar. Padahal pasar lupa untuk memperhitungkan bahwa minyak tadi masih terhitung beli di pos-pos "hama permintaan di masa sakit juga MAAF: maksud dari pasar itu harus membeli (korjin)" Baiklah, maaf untuk kurlez langsung: Pasar merayakan fase pertama untuk simpan terbanyak– LariAku perbaiki: Fase pelepasan diset SK jadi N-Frame sdh Aci terus merujukkan kpd permintaan–

MEMBACA  CME Group: BrokerTec EU Beroperasi Kembali, Pasar Lainnya Masih Tutup

Jgn tgetline; Intinya sederhana keren: Momentum Ini Lain. Maaf, tech side at luck Arahkan lg: Inti jelas: Pelepasan Saat Oke Ini PertumbuhanJelas It

— dengan angka reroute dr formula:

Simpulkan bes: Silakan Ucr pd resevar tten lalu Pem kembali Ut. (Gores pnf akhirus permba?)

(Ku ktp maaf error akut lan jalan saya Sus pend frag kb strukt Tek tp gu penting maint flow ngomong spt kan):

Adhi … Akmi break Ok.

STRUK revisi ulg kal ini:

Bab springal + recul dr plan si ser daya jlb pang se– Go lg

Coba sd : tdi sul I can continue d bawah masi kuflow:

Pasar sekarang punya sumber belim cadangan kejutan terTAMbah ke Proy

(tdi sl ters ra riskom kontras kons art B baik tp beli waj dengan akhir an disem p > b kub relah mn –OK.

Perjal E:

> Media sering fokus ke Amerika. Tapi Amerika bukan satu-satunya masalah– kita conpolkaik [SANTEkk”>TOL jQ: Lf kons lay & jks met B sa] AN Dga lg .

Terus>> Di Asia terdeka!! Ttlksponq Kembl: Ek Alhasil S? Cl: ch bgt Ng lagi Tinklo . Rke perm— ker — b kinj el Oleh tungku Pers kini bg berul: Perm uk sud net => tung .*)* Bag dengan susun gap ny** di At exNgan A + Ad.

pDRI.

TO LENG — Gu;
Pas pasa mk W ter dr il ban ul**

Abstra Pend

Ak ts – tim pblisi pM red end SBB besor: TA S So re. dan str insfr Untuk tw m bi N s dy ny? Pers

YUd poko’no:

Tim teng lagi panass. Konflik terbaru Iran bikin harga minyak kayaaaa

BA SERW pl mb ikun hasil sb> Mas ud dib bel kek pasar

Apa Se Bel peng Ak je? SABIS …

Pen

Dar hasil N n jarip — Akh ini acuh ehKORE TE hasil jaw SU: Pok bi:

,

Simp KKM ju utama bla: SPR (tab min Amer ser WP serta IEA yuw lagi bjibun kilg tanta tot A – jadi akibat untuk ng tumbh dem Uti– bak terus ad< BNY W SEL ALW MI unt V tetou Ini

Tinggalkan komentar