Trinidad dan Tobago sudah menandatangani perjanjian dengan perusahaan-perusahaan Amerika untuk mulai mempersiapkan pembangunan pusat data besar di negara Karibia itu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang konsumsi energi dan dampak lingkungan.
Nota kesepahaman dengan Hummingbird AI Holdings yang berkantor pusat di Florida dan Ernst and Young LLP dari New York ditandatangani pada hari Jumat. Ini adalah perjanjian pertama antara negara Karibia dengan perusahaan-perusahaan ini.
Perjanjian dengan Ernst and Young LLP akan menjadi kerjasama untuk mengembangkan pusat data skala besar. Perusahaan itu berencana bekerja sama dengan pihak lain untuk membangun pusat data dengan kapasitas 300 megawatt.
Sedangkan perjanjian dengan Hummingbird AI Holdings adalah untuk kerjasama awal dan pemeriksaan menyeluruh untuk pembangunan pusat data dan infrastruktur AI dengan kapasitas 150 MW.
Pusat data biasanya disebut dengan angka megawatt untuk menunjukkan kapasitas listrik yang dibutuhkan saat beroperasi penuh. Pusat data 300 MW butuh listrik 300 juta watt.
Perjanjian ini menimbulkan banyak pertanyaan di media sosial tentang dampak lingkungan.
Aktivis terkenal Dr. Wayne Kublalsingh mengatakan kepada Associated Press bahwa dia khawatir dengan konsumsi energi pusat data ini.
Menurutnya, pemerintah mencoba menunjukkan sesuatu yang terlihat seperti pembangunan, tapi sebenarnya bukan pembangunan.
Trinidad dan Tobago sudah lama mengalami masalah kekurangan air bersih dan pasokan yang tidak menentu. Ini membuat orang khawatir bahwa pusat data yang butuh banyak air akan membuat sistem air yang sudah terbebani semakin berat.
Sebagian besar wilayah di negara kepulauan ini mengikuti jadwal air dari perusahaan negara. Banyak rumah punya tangki air karena air ledeng bisa keluar hanya seminggu sekali. Bahkan ada wilayah yang tidak mendapat air dari perusahaan negara selama berminggu-minggu.
Menurut laporan baru dari Universitas PBB, pusat data bisa memakai hampir 3% dari total listrik dunia pada tahun 2030, yaitu sekitar 935 triliun watt-jam. Laporan itu juga bilang jejak lingkungan pusat data sudah setara dengan beberapa negara besar di dunia.
Pasokan listrik di Trinidad dan Tobago sebenarnya sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Meskipun masih ada pemadaman di beberapa tempat, tapi sudah jarang terjadi.
Pemerintah Trinidad dan Tobago juga menandatangani perjanjian ketiga dengan perusahaan Amerika lainnya, Pinnacle Steel and Vanadium Corporation. Perusahaan ini baru saja membeli pabrik besi dan baja lokal. Pejabat pemerintah mengatakan perjanjian ini membuka jalan untuk diskusi lebih lanjut tentang menghidupkan kembali pabrik tersebut.
Pemerintah mengatakan ketiga proyek ini diperkirakan akan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja.
Perdana Menteri sangat mendukung pemerintahan Trump. Kantornya mengatakan pemerintah Amerika berperan dalam memfasilitasi para pihak yang terlibat dalam perjanjian ini.
“Mereka akan berinvestasi di sini untuk mengerjakan pusat data, dua untuk pusat data, dan satu untuk membantu kami meregenerasi dan membangun kembali industri baja kami,” kata Persad-Bissessar pada Jumat malam dalam acara perayaan hari kemerdekaan Amerika yang diadakan oleh Kedutaan Besar AS di Trinidad dan Tobago.