Puluhan Ribu Orang Berdoa di Srebrenica Peringati 31 Tahun Genosida

Ribuan orang berkumpul di Bosnia dan Herzegovina untuk memperingati 31 tahun genosida Srebrenica. Acara tahunan ini dihadiri oleh keluarga korban, penyintas, tamu asing, dan pemuka agama. Mereka melakukan pawai perdamaian, kemudian sepuluh jenazah korban yang baru teridentifikasi dimakamkan secara resmi. Sebanyak lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki muslim tewas di tangan pasukan Serbia Bosnia pada Juli 1995. Srebrenica saat itu dinyatakan sebagai zona aman oleh PBB dua tahun sebelumnya.

Denis Becirovic, Ketua Presiden Bosnia, menekankan bahwa menghormati korban sangat penting untuk menjaga stabilitas. Ia bilang, kalau kita gagal menjaga kebenaran tentang sejarah, kita tidak akan memiliki masa depan. Duta Besar Belanda untuk Bosnia juga mengatakan pendidikan adalah hal yang paling bermakna untuk mencegah kejahatan serupa.

Setiap tahun, korban yang baru ditemukan jasadnya dimakamkan di Memorial Center Srebrenica-Potocari. Lebih dari seribu korban masih dicari dari kuburan massal di area sekitarnya. Genosida ini dianggap sebagai kejahatan paling kejam di Eropa setelah Holocaust.

Perdana Menteri Pakistan menyebut pembantaian itu sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Wali kota London pun mengatakan dia sangat terharu saat mengunjungi Srebrenica. Mereka berjanji melawan kekerasan dan dehumanisasi di mana pun. Baru-baru ini banyak juga yang membandingkan genosida ini dengan perang Israel di Gaza. Kenneth Roth dari Human Rights Watch menyayangkan para pejabat Israel belum diadili seperti pemimpin genosida Srebrenica.

MEMBACA  Penembak diduga menargetkan Trump dan pejabat AS, kata pihak berwenang

Tinggalkan komentar